Meraup Untung Dari Usaha Kebab Makanan Khas Jawa Timur Tengah

Meraup Untung Dari Usaha Kebab Makanan Khas Jawa Timur Tengah
Kisah Sukses Peluang Usaha

Bisnis Riau – Meraup Untung Dari Usaha Kebab Makanan Khas Jawa Timur Tengah – Kebab kini menjadi salah satu camilan favorit banyak orang. Tak heran bila gerai makanan khas Timur Tengah ini gampang dijumpai di banyak tempat. Mulai dari kelas kaki lima hingga restoran.

Inilah yang membuat pebisnis kebab bertambah banyak dan ada yang langsung menawarkan kemitraan. Salah satunya adalah Adityo Laksseno asal Jakarta yang membesut Depo Kebab.

Usaha ini dimulai Oktober 2013. Dua bulan kemudian ia memberanikan diri membuka kemitraan dan sudah ada 145 gerai yang tersebar di Jawa, Sumatera hingga Kalimantan. Ada tiga paket yang Adityo tawarkan yakni Rp 11 juta, Rp 15 juta dan Rp 40 juta.

Mulai tahun ini, ada satu tawaran kemitraan anyar yang ia buka yakni master franchise Depo Kebab. “Tujuannya untuk memudahkan distribusi bakan baku,” kata Adi, sapaan akrab Adityo ke KONTAN.

Ia membanderol paket tersebut sebesar Rp 50 juta. Mitra akan mendapat tiga unit booth premium, peralatan usaha lengkap, promosi tingkat nasional, seragam, pelatihan karyawan dan free bahan baku.

❛❛ Baca juga :   Kisah Sukses Kakek Si Penjual Es Keliling

Mitra juga berhak menjadi distributor bahan baku kepada seluruh mitra reguler yang ada di dua kota di wilayah terdekat. Semisal di kota Tangerang dan Jakarta supaya pasokan bahan baku ke para mitra lebih mudah.

Selain itu, master franchise mendapat tugas mempromosikan paket kemitraan reguler di wilayahnya. Bila ada tambahan satu program kemitraan reguler, pihak pusat akan memberi komisi antara Rp 2 juta sampai Rp 4 juta per gerai baru.

Adityo mengklaim meracik sendiri seluruh bahan baku Depo Kebab. Di pasaran ia menjajakan beragam menu kebab  mulai dari rasa original dan yang lain dengan harga antara Rp 7.000-Rp 24.000 per porsi.

Ia perkiraan omzet yang bisa diraup master franchise berasal dari dua sumber. Pertama dari usaha tiga gerobak kebab dengan perkiraan omzet antara Rp 1 juta-Rp 2 juta per hari. Kemudian dari penjualan bahan baku ke mitra reguler antara Rp 700.000-Rp 1,5 juta per  hari. Sehingga total perkiraan omzet per bulan adalah Rp 50 juta sampai Rp 85 juta per bulan.

❛❛ Baca juga :   Perkiraan Modal Peluang Usaha Warnet dan Prospeknya

Adityo menyebut mitra tidak perlu pusing memikirkan tempat penyimpanan bahan kebab sebab bisa disimpan di tempat tinggal. Ia juga tidak menarik biaya bulanan apapun ke mitra master franchise, cukup memasok bahan baku ke pusat saat pasokan habis.

Dengan perkiraan biaya operasional usaha itu, ia memproyeksikan mitra bisa mengantongi laba bersih 35%-45%. Alhasil perkiraan balik modal antara 10-12 bulan.

Untuk tahap awal, ia menargetkan mitra master franchise sudah bisa terpenuhi di pasar Jawa sepanjang tahun ini. Setelah itu menyusul ke daerah lain.

Pengamat waralaba dari Entrepreneur College, Khoerussalim Ikhsan mengkritisi penyebutan master franchise apabila mitra cuma bertindak sebagai pemasok bahan baku saja. Lebih baik disebut distributor saja dan pusat wajib memenuhi pasokan.

Sumber : kontan.co.id

Tentang Lora Febiola

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA