Selasa, 3 September 2019 10:37:47
Dilihat sebanyak 1.282 kali

Bisnis Jagung Manis Susu Keju

Bisnis Jagung Manis Susu Keju
Inspirasi Bisnis

Walau sudah banyak pelaku usaha yang menjual jagung susu keju tak membuat pelaku usaha pemula enggan menjajal peruntungan dalam bisnis jasuke yang satu ini. Salah satu pemain baru yang menggeluti usaha jagung susu keju adalah Gabby Monica.

Perempuan 23 tahun yang berdomisili di Surabaya ini baru dua bulan membuka gerai jagung manisnya dengan merek Abby’s corner di kawasan FoodFestival Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Gabby, Abby’s Corner sendiri sebenarnya sudah mulai dirintisnya sejak pertengahan tahun 2014 dengan modal Rp80.000. Core business-nya saat itu adalah bisnis online yang menjual kudapan kuping gajah mini.

“Kebanyakan dari konsumen menggunakan kuping gajah sebagai cemilan dan konsumsi untuk acara-acara atau pertemuan kecil. Dari situ saya mulai memikirkan makanan yang cocok untuk acara kecil lainnya, sehingga munculah ide menjual jasuke,” kata dia.

Abby’s Corner menyajikan beberapa macam varian rasa jasuke seperti rasa BBQ atau balado dengan toping keju, susu putih atau susu coklat, cokelat meises.

Satu cup jasuke dibanderol dengan harga Rp12.000. Dengan keyakinan akan kualitas dan rasa yang lebih enak, dia berani memasang harga jual yang relative lebih tinggi dari rata-rata harga jual jasuke pada umumnya yakni Rp8.000 – Rp10.000.

“Keunggulan dari jasuke kami yaitu menggunakan jagung manis asli sehingga tetap enak meskipun dimakan tanpa menggunakan topping dan juga porsi yang ditawarkan lebih banyak,” sambungnya.

Jasuke menjadi salah satu opsi kudapan sehat yang banyak disajikan untuk acara-acara kecil. Kendati jagung susu keju sebenarnya mudah untuk dibuat sendiri, kebanyakan konsumen masih memilih membeli jasuke karena ingin praktis dan tidak repot.

Hal ini dialaminya sejak pertama kali meluncurkan produknya, di mana Abby’s Corner mendapat respon pasar yang cukup menggembirakan.

Produknya selalu laris manis dan bahkan banyak yang memesan jagung manis susu kejunya untuk berbagai acara seperti arisan, ulang tahun, reuni, ataupun kegiatan persekutuan doa.

Gabby memang menyediakan jasa layanan antar tanpa dikenakan tambahan ongkos kirim untuk pesanan minimal 20 porsi.

Jumlah pemesanan jagung manis untuk kebutuhan acara-acara khusus ini lumayan mengimbangi penjualan dari booth langsung.

Setiap harinya rata-rata pesanan jasuke yang terjual mencapai 25-30 porsi. “Dalam sebulan omzet yang didapat mencapai Rp10,8 juta dengan laba hingga 50% dari omzet,” tuturnya.

Konsumen yang dibidik Gabby yakni semua kalangan karena dia yakin jagung adalah makanan yang disukai semua orang dan harganya pun relative terjangkau.

Demi memaksimalkan penjualan, dia melakukan berbagai strategi. Salah satunya melakukan diversifikasi produk. Di dalam booth-nya, dia tidak hanya menjual jasuke tetapi juga kuping gajah mini dan pentol sehingga potensi pengunjung yang tertarik bisa lebih tinggi.

Dia juga memanfaatkan media sosial seperti Instagram untuk berpromosi. Gabby aktif mengunggah foto aktivitasnya di akun @Abbys_in agar konsumen dapat melihat secara langsung makanan yang dijualnya dan menampung testimoni dari pelanggan.

Adapun, untuk pemesanan, mayoritas pelanggan masih menghubungi Gabby melalui aplikasi chatting seperti Line dan telepon.

Selama menjalani bisnis tersebut, kendala yang dihadapi yakni mencari channel penjualan dan pelanggan tetap. Namun dengan strategi menjaga kualitas bahan dan menjaga kepercayaan pelanggan, dia yakin bisnisnya akan mampu bersaing.

“Yang penting membuat konsumen puas, saya selalu memakai bahan-bahan yang fresh dan memasok bahan baku dari supplier khusus yang mendatangkan jagung dari pegunungan di daerah Jawa Timur,” ungkapnya.

Sumber : entrepreneur.bisnis.com

About Yusdi UKM

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA