Sabtu, 31 Juli 2021 14:22:11
Dilihat sebanyak 193 kali

Pemanfaatan Teknologi Untuk UMKM Belum Merata

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian. Menurut data tahun 2017 dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah unit usaha UMKM 99,9 persen dari total unit usaha atau 62,9 juta unit menurut Bank Indonesia.

Dari jumlah UMKM itu sangat sedikit unit usaha rakyat ini yang memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usahanya. Dalam penjualan produk secara digital baru sekitar 5,1 juta UMKM di Indonesia yang sudah menjalankan transaksi secara online.

Menurut Agustina Erni Deputi Bidang Kesetaraan Gender, KPPPA jumlah penggunaan transaksi online untuk  UMKM masih sangat sedikit, “Padahal, sekitar 10,2 juta UMKM berpotensi untuk menjalankan bisnisnya secara online,” paparnya.

Pusyantek BPPT memberikan masukan pemanfaatan digital sebagai sarana penjualan untuk para pelaku UMKM. Kepala Pusyantek BPPT Yenni Bakhtiar mencontohkan di BPPT ada 41 aplikasi layanan digital, diantaranya New Transformer. “Aplikasi ini berfungsi sebagai marketplace yang mempertemukan Pencari Teknologi

Selain digital, inovasi untuk produk juga diperlukan UMKM yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia. salah satunya di  Kota Singkawang Prov. Kalimantan Barat. Di kota ini pelaku usaha kecilnya memerlukan teknologi pengolahan bahan baku seperti buah jeruk, nanas, jagung.

Prov Sulawesi Utara memerlukan teknologi pengembangan produk buah dalam kemasan kaleng atau lainnya seperti rambutan, duku, manggis, langsam, papaya, durian. Teknologi ini untuk memperoleh nilai jual tinggi karena sering terbuang saat musim panen.

Untuk mengatasi persoalan teknologi yang dihadapi UMKM ini Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PPII) LIPI telah mengembangkan inovasi untuk menjawab persoalan itu. “Teknologi yang telah dihasilkan LIPI dapat dicari tahu di situs intip daqu,” terang Rafli Sadikin dari PPII LIPI.

Erni juga menekankan teknologi yang dihasilkan diharapkan juga ramah digunakan oleh pelaku wirausaha perempuan. “Dari total seluruh UMKM di tanah air 50 persennya adalah perempuan,” terang Erni.

Usulan-usulan yang ditujukan untuk pemanfaatan teknologi untuk usaha kecil ini disampaikan dalam forum diskusi yang diselenggarakan Komponen satu RISET-Pro Kemenristek/ BRIN. Diskusi ini diselenggarakan di Kampus IPB, Bogor, Selasa, 13 Oktober 2020.

Ketua Komponen 1 RISET-Pro Kemenristek/BRIN Prof. Eriyatno mengharapkan dari pertemuan ini akan dihasilkan naskah akademik untuk rujukan kebijakan pemerintah. “Diperlukan peran pemerintah untuk meratakan teknologi yang dihasilkan agar dapat digunakan untuk pelaku UMKM dari Sabang sampai Merauke,” tutupnya

 

sumber:RISETPro

 

About Yusdi UKM

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA