Sabtu, 25 Mei 2019 15:09:17
Dilihat sebanyak 631 kali

Mendorong UMKM hijrah ke bisnis online

Mendorong UMKM hijrah ke bisnis online
Inspirasi Bisnis

Pemerintah terus mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk melebarkan bisnisnya melalui jalur online (daring).

Berdasarkan data yang dimiliki Presiden Joko “Jokowi” Widodo, saat ini terdapat 56 juta UMKM di Indonesia, namun hanya 4 juta saja yang sudah memasarkan produknya di lapak online.

Pemerintah mengakui, tak mudah membangun ekosistem bisnis online yang mudah diikuti pelaku UMKM. Para pelaku usaha masih banyak yang menghadapi kendala seperti membangun brand, membuat desain, hingga mendapatkan modal.

Satu hal, jika metode penjualan dalam sistem offline-nya belum dibenahi, maka akan sulit untuk berhijrah ke bisnis online. Hal ini dikarenakan target pasar pada bisnis online tidak bisa terukur dan kerap menimbulkan ketidakpastian dalam hal penyediaan barang berikut dengan pengemasan serta pengirimannya.

“Ini tidak segampang yang kita bayangkan..masih ada sisa 52 juta, dan itu bukan sesuatu yang mudah. Banyak yang belum siap untuk masuk (online),” ucap Jokowi saat menghadiri ulang tahun ke-9 Bukalapak, di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (10/1/2019) malam.

Di sisi lain, kesempatan UMKM untuk masuk ke jalur online saat ini dipandang lebih mudah. Pelaku usaha bisa bergabung dengan marketplace (lapak jual beli) digital yang saat ini banyak dikuasai oleh perusahaan Indonesia.

Bukalapak boleh menjadi contoh. CEO dan pendiri Bukalapak, Achmad Zaky, mengklaim pelapak UMKM online yang bergabung dalam serambinya mencapai sekitar 70 sampai 80 persen.

Tak ayal, pemerintah saat ini tengah mempertimbangkan situs yang dibangun sejak tahun 2000 ini untuk menjadi penyalur kredit ke UMKM, yakni melalui Kredit Ultra Mikro (Umi).

“Artinya, nanti pihak perbankan akan memberikan suntikan kredit ke warung-warung (UMKM) yang ditujukan untuk memperbaiki sistem dan penataan serta memperbaiki brand,” sambung Jokowi.

Belum dijelaskan lebih lanjut kapan dan bagaimana sistem dari penyaluran kredit melalui marketplace ini akan dilaksanakan.

Kendati begitu, Jokowi mengakui sampai saat ini pemerintah belum mampu memberikan insentif lebih kepada marketplace lokal yang menampung bisnis-bisnis UMKM. Hal ini dikarenakan pemerintah belum memiliki regulasinya. “Regulasi selalu terlambat, teknologi selalu mendahului,” sambungnya.

Sumber : beritagar.id

About Yusdi UKM

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA