Kamis, 22 Maret 2018 13:57:06
Dilihat sebanyak 1.261 kali

Pemerintah Rencanakan Impor Daging Sapi Dari Brazil

Pemerintah Rencanakan Impor Daging Sapi Dari Brazil
Ekonomi Impor

Bisnis Riau – Pemerintah Rencanakan Impor Daging Sapi Dari Brazil – Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, pemerintah tengah mengkaji rencana impor daging sapi dari Brazil.

Rencana impor daging sapi tersebut, merupakan salah satu alternatif untuk menstabilkan harga daging sapi jelang puasa dan Lebaran 2018. Pemerintah akan cek terlebh dahulu mengenai kondisi peternakan sapi di Brazil.

“Jadi tim-nya Kementerian Pertanian akan segera berangkat ke sana untuk mengecek zona mana yang bebas penyakit kuku dan mulut. Dan pemotongan nya sudah memenuhi standar halal,” ujar Darmin Nasution di Kantornya, seperti ditulis, Kamis (22/3/2018).

Darmin melanjutkan, melalui impor daging sapi tersebut pemerintah ingin harga daging dapat lebih murah pada kisaran Rp 80.000 sampai Rp 85.000 per Kilogram (Kg).

Skema impor akan dilakukan dengan mengundang sejumlah perusahaan swasta dan BUMN melakukan lelang.

“Menteri Perdagangan, akan mengundang perusahaan swasta dan BUMN untuk lelang. Artinya lelangnya itu siapa yang dapat izin dan siapa yang berani menawarkan harga yang paling murah. Harus bisa dijual sebagian paling tidak di harga rendah berkisar Rp 80.000 sampai Rp 85.000. Sekarang harga masih di atas Rp 100.000,” jelas dia.

Selanjutnya

Darmin menambahkan, saat ini pemerintah belum menentukan berapa kuota impor untuk daging sapi.

Hal tersebut masih akan dikoordinasikan kembali dengan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita dan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

“Kalau jumlahnya kita belum fix, dipanggil dulu sama Menteri Perdagangan. Ituselama ini di Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian. Di tempat saya hanya mendorong ketersediaan dan harganya,” jelas dia.

 

Sumber : liputan6.com

About Lora Febiola

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA