Senin, 13 Mei 2019 14:26:42
Dilihat sebanyak 376 kali

Potensi Tinggi UMKM Bagi Msyarakat

Potensi Tinggi UMKM Bagi Msyarakat
Berita UKM Nasional Dunia UKM

Potensi tinggi UMKM Bagi Msyarakat – Potensi kredit mikro di atas kertas besar karena jumlah usaha kredit mikro, kecil dan menengah di Indonesia mencapai hampir 50 juta unit. Posisi usaha mikro sendiri sebenarnya amat penting dalam sebuah perekonomian negara karena dianggap sebagai fondasinya. Palgunadi Setiawan, mantan Direktur PT Astra Internasional, yang kini membantu keuangan mikro lewat Yayasan Dharma Bakti Para Sahabat, menganalogikan usaha mikro dengan satuan militer.

"Kalau diurut di militer maka unit terkecilnya regu, jadi peleton, kompi, dan batalyon. Negara yang berekonomi itu unit terkecilnya adalah usaha mikro dan kecil."

Dan Palgunadi menambahkan usaha mikro dan kecil bisa ditempatkan sebagai potensi dari seluruh negara, yang menjadi eksistensi perekonomian negara. Tidak ada usaha besar yang tiba-tiba menjadi besar, tapi dimulai dengan yang kecil-kecil itu,” tambahnya.

Lapangan kerja

Sebagai sebuah unit usaha, diperkirakan usaha mikro dan kecil di Indonesia menyumbang sekitar 53% dari total Produk Bruto Indonesia dan kontribusi eksport sebesar 20,52%.

"Dengan angka itu saya ingin menggambarkan dominasi dari usaha mikro dan kecil di Indonesia," kata Choirul Djamhari PHD, Deputy Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha kepada BBC Siaran Indonesia.

Sementara dari penyerapan tenaga kerja, usaha mikro menyerap 77 juta lebih tenaga kerja dan usaha kecil sekitar 10 juta sedangkan usaha menengah hampir lima juta tenaga kerja. Dengan perkiraan sekitar 50 juta UMKM di Indonesia, berarti penambahan 1 tenaga kerja dalam setiap uni saja sudah berarti sekitar 50 juta lapangan kerja baru.

"Kalau tambah tenaga kerja 1 saja setiap usaha, maka terdapat 43 juta lapangan kerja baru yang diciptakan usaha mikro," kata Bambang Ismawan, Sekjen Gema PKM yang memperkirakan terdapat 43 juta usaha mikro di Indonesia.

Dan itu tanpa kerja keras pemerintah, tambah Bambang Ismawan, karena yang diperlukan hanyalah membuat mekanisme agar usaha mikro hidup dan berkembang.

"Jadi tidak perlu pergi ke Malaysia atau Saudi Arabia karena disini sudah tercipta lapangan kerja yang memungkinkan mereka hidup," tambahnya.

Eksport ke Malaysia

Salah seorang pengusaha di Pusat Industri Kecil, PIK, Medan, adalah Merry Fersy yang memproduksi baju sutra dari rukonya Y&Y. Setiap bulannya Merry Fersy membawa sekitar 75 potong baju sutra ke Malaysia yang dipasarkan di beberapa tempat di Kuala Lumpur.

"Setiap potong dijual 900 ringgit Malaysia atau sekitar Rp. 2.500.000 ribu dan dari satu potong baju dia bisa mendapat untung sekitar Rp 300.000," tambah Merry.

Memulai usaha dengan 1 mesin jahit bordir, kini Merry sudah punya sekitar 60 mesin jahit di Medan dan di Bukit Tinggi. Salah satu contoh lain adalah kerupuk ikan Cang Rebong di Kecamatan Seruway, Langsa, Propinsi Aceh Nanggroe Daroessalam.

Setiap hari sekitar 15 ibu-ibu membersihkan ikan untuk dijadikan kerupuk ikan di perusaaan milik Choirul Azman itu. Kini sudah ada dua unit pembersihan kerupuk ikan milik Choirul Azman dengan 30 lebih tenaga kerja pembersih ikan, yang rata-rata berpenghasilan sekitar Rp 30.000 hingga Rp 50.000 rupiah.

"Awal bisnis ini adalah ikan-ikan kecil yang dibuang para penangkap ikan karena dianggap tak laku dijual," kata Choirul Azman.

Namun kini Choirul Anam malah ingin menambah unit pembersihan ikan lagi dan memilik satu kapal penangkap ikan sendiri.

sumber:www.bbc.com

About Sasi RWD

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA