Kisah Pengusaha UKM Sukses Memulai Bisnis Dari Nol

Kisah Pengusaha UKM Sukses Memulai Bisnis Dari Modal Nol – Bagi anda calon pengusaha Riau dan Pekanbaru, atau yang sedang mengembangkan UKM di Riau dan pekanbaru, bisa membaca beberapa kisah pengusaha dibawah ini yang sudah sukses. Di dunia ini ada dua macam pengusaha. Yang pertama, mereka yang mendapat warisan usaha dari orang tua. Kedua, mereka yang memulai usaha dari nol.
Pengusaha golongan pertama lebih beruntung karena tinggal melanjutkan usaha yang telah dirintis orang tua. Berbeda dengan pengusaha golongan kedua, yang harus merasakan perjuangan membuka usaha dari bawah. Untuk mewujudkan impian menjadi pengusaha sukses, mereka membangun usaha kecil-menengah (UKM) dengan optimisme dan semangat pantang menyerah. Perjuangan dimulai dengan mencari modal. Bank yang menyediakan pinjaman untuk merintis usaha pun menjadi salah satu pihak yang turut berkontribusi terhadap kesuksesan mereka. Berikut ini 5 kisah pengusaha UKM yang sukses, yang dapat menjadi inspirasi kita semua :

1. Bob Sadino

VCDgY9bl2x-300x194

Mendiang Bambang Mustari Sadino alias Bob Sadino adalah salah satu contoh pengusaha sukses yang sebelumnya pontang-panting ketika merintis bisnis. Sempat menjadi karyawan perusahaan berstatus badan usaha milik negara selama 9 tahun, Bob memutuskan keluar dari pekerjaan itu dan menjadi pengusaha.

Tapi usahanya tak langsung sukses. Bisnis sewa mobil yang ditekuninya mandek. Dia terlibat kecelakaan ketika menyopiri mobil Mercedes-Benz yang dia sewakan, sehingga tak bisa melanjutkan usaha itu.
Bob kemudian menjadi buruh bangunan dengan upah harian. Tapi saat itu dia melihat ceruk bisnis lain: peternakan ayam. Akhirnya, dengan modal pinjaman dari tetangganya yang merupakan purnawirawan militer yang tertarik dengan bisnis peternakan, Bob memulai usaha berdagang telur negeri.
Bob memasarkan sendiri telurnya dari rumah ke rumah para ekspatriat di sekitar tempat tinggalnya di Kemang, Jakarta Selatan. Akhirnya, berkat keuletannya, usahanya sukses dan dia mendirikan Kem-Chicks, supermarket terkenal yang menjual beragam produk pertanian dan peternakan.

2. Susi Pudjiastuti

foto-susi-pudjiastuti-pengusaha-perikanan-dan-penerbangan-300x169

Rental Mobil Instagram Post

Susi Pudjiastuti adalah pengusaha yang nyentrik dan tegas. Kesuksesannya merintis bisnis dari nol di bidang perikanan dan penerbangan membuatnya dianggap layak menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan di era pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Susi hanya mengantongi ijazah SMP lantaran drop out saat SMA. Dia lebih memilih berbisnis sebagai pedagang pengepul ikan di Pangandaran ketimbang sekolah. Perhiasannya dia jual untuk memodali bisnis itu.Bisnis perikanan Susi kian maju dari tahun ke tahun. Akhirnya, dengan meminjam dari bank, dia membeli sebuah pesawat untuk mempermudah pengangkutan produk lautnya. Kemudian dia menambah satu demi satu pesawat dan mendirikan maskapai Susi Air yang melayani carteran serta rute di pedalaman.

3. Sunny Kamengmau

smallimage-3-20feb-12am-300x158

Sunny Kamengmau adalah pria asal Nusa Tenggara Timur yang sukses menciptakan dan memasarkan tas merek Robita. Tas ini sangat populer di Jepang, bahkan di kalangan sosialita kelas atas di sana.

Sunny tak pernah lulus SMA. Bermodal nekat, dia pergi ke Bali untuk menjadi tukang sapu di sebuah hotel. Karena kinerjanya bagus, dia lalu diangkat menjadi satpam. Selama bekerja di hotel itu, dia tekun belajar bahasa Inggris dan Jepang. Bahkan gaji pertamanya dia sisihkan sebagian untuk membeli kamus bahasa asing itu.

Pekerjaannya di hotel itu kemudian mempertemukannya dengan pengusaha asal Jepang yang memintanya memasok tas kulit ke Negeri Matahari Terbit itu. Namun usahanya tidak ujug-ujug sukses. Bahkan dia sempat nyaris kehilangan semua penjahit tas karena usahanya tak maju-maju.

Pelan tapi pasti, dia memperkokoh usahanya hingga mampu merekrut 100 karyawan. Tasnya amat digemari kalangan jetset di Jepang. Tak hanya di Jepang, Sunny pun menargetkan menguasai pasar tas berkualitas di Indonesia.

4. Reza Nurhilman

Iye-46-300x200

Reza Nurhilman adalah pemuda di balik populernya “keripik setan” Maicih. Berpikir out of the box, Reza memulai bisnis keripik singkong super pedas ini sendirian pada usia 23 tahun. Dia mendirikan UKM ini dengan menggandeng produsen keripik lokal di Bandung.

Bermodal awal Rp 15 juta, Reza memasarkan produknya dari mulut ke mulut dan memanfaatkan situs jejaring sosial Twitter. Dia lalu menerapkan pola keagenan yang disebutnya “jenderal” untuk lebih dapat menjangkau konsumen.

Kesuksesan Maicih bahkan menginspirasi orang lain untuk membuat produk serupa. Ada yang mengambil singkong sebagai bahan baku. Ada pula yang mengambil bahan lain untuk dijadikan keripik, seperti ubi.Yang menakjubkan, pengusaha keripik-keripik pedas itu rata-rata berusia muda, dan sukses. Mungkin mereka terinspirasi kreatifitas Reza dalam memasarkan Maicih hingga ke luar kota.

Itulah 5 kisah pebisnis sukses yang memulai usaha dari nol. Ya, ketiadaaan modal adalah masalah bagi mereka, tapi mereka mampu mengatasi masalah itu dengan jalan masing-masing. Siapkah kamu bergabung dengan kelompok wirausaha UKM sukses ini?. Atau masih terkendala dengan modal? sumber : duit pintar.com

5. Hannifa Fitria

pengusaha-sukses-kiwari

Hannifa Fitria adalah nama pengusaha muda yang sukses dengan bisnis modal kecil. Bisnis berawal dari ide teman kuliahnya yang sempat tertunda untuk dieksekusi menjadi sebuah bisnis yang nyata, sehingga baru bisa direalisasikan menjadi sebuah bisnis nyata setelah beberapa tahun setelah Hannifa menyelesaikan kuliahnya. Ide tersebut bukanlah ide yang wah, idenya cukuplah sederhana dengan keinginannya untuk mengangkat tema Nusantara pada semua produk yang dihasilkan.

Berawal dari sebuah obrolan santai dengan salah seorang teman semasa kuliahnya mengenai ketertarikannya dengan kekayaan seni yang ada di Indonesia, mulai dari motif hingga cara pembuatan benda-benda tradisional. Kemudian hal tersebut menjurus pada sebuah ide yang tujuannya untuk mengekplorasi dalam hal ini “kenusantaraan” menjadi suatu produk yang kasual dan masa kini sehingga memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Karena kesibukannya selama duduk dibangku kuliah, seperti layaknya mahasiswa yang lain yaitu sibuk pada urusan organisasi kampus ataupun sibuk dengan aktifitas kuliahnya, akhirnya ide pun tertunda dan sempat terbengkalai. Hingga pada akhirnya setelah beberapa tahun setelah selesai kuliah, akhirnya mereka bertemu kembali dan baru sempat untuk merealisasikan ide yang telah ada sebelumnya itu. Hannifa bersama temannya mampu memulai bisnis hanya dengan modal nekat. Betapa tidak, Hannifa memulai bisnis hanya dengan modal usaha yang nyaris Rp 0,-.

Bisnis yang berhasil dijalankan oleh Hannifa memang tampak sederhana, produk yang dihasilkan berupa merchandise kaos murah, tas dan boneka dengan brand “Kiwari”. Yang membedakan produk ini dengan produk lain di pasaran adalah keberhasilan Hannifa dalam mengangkat ide kenusantaraan kedalam produk-produk yang dihasilkannya. Dan hal itulah yang pada akhirnya menjadikan kekuatan dari bisnis milik Hannifa yaitu “Kiwari”. Khusus untuk produk boneka, gerakan Hannifa sudah terbilang berani karena selama ini boneka-boneka yang beredar di Indonesia adalah produk impor.

Memulai bisnis dengan modal kecil yang nyaris Rp 0,- membuat Hannifa harus berpikir lebih keras dan kreatif dalam mencari cara agar bisnis yang dijalankan dapat terus eksis. Dengan modal kecil yang hampir nol rupiah mereka tetap memberanikan diri dengan mulai mencari klien yaitu dengan tim produksi penjahit kaos murah yang berasal dari daerah industri di kota Bandung yang pada saat itu hampir bangkrut atau gulung tikar.

Dengan sumber daya yang terbatas, awalnya Hannifa belum mampu untuk menghasilkan produk merchandise dengan value nusantara, karena pada prinsipnya bisnis yang dijalankan biarlah jalan terlebih dahulu saja, apapun resikonya. Namun dengan kerja keras dan keuletan akhirnya mereka bisa berhasil mewujudkan idenya pada waktu masih kuliah, yaitu merealisasikan kenusantaraan kedalam produk-produknya.

Tahun 2013 merupakan tahun kedua dimana perusahaan mereka berdiri dan merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa bagi hannifa dan rekannya. Saat ini mereka sudah memiliki mitra dengan 3 vendor yang menjading kurang lebih 15 orang tenaga kerja yaitu penjahit kaos murah atau tempat bikin kaos, penjahit boneka dan tas.

Bisnis kami juga sudah mendapat kepercayaan dari sebuah badan baitul maal, yaitu sebuah investasi untuk membantu meningkatkan produktivitas kami yang juga untuk merealisasikan konsep produk bernilai nusantara sesuai dengan mimpi sebelumnya. Dan yang paling terpenting dan kami syukuri dalam hal ini adalah kepercayaan dari para klien, sehingga membuka peluang bisnis pada kerja sama yang lebih besar lagi.

Semoga kisah sukses Hannifa Fitria dengan bisnis modal kecil yang dijalankannya bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang ingin terjun ke dunia bisnis namun masih bingung dengan minimnya modal usaha yang dimiliki. Salam sukses. Sumber : bisnisukm.com.

Demikian artikel mengenai Kisah Pengusaha UKM Sukses Memulai Bisnis Dari Modal Nol, semoga bisa menjadi inspirasi bagi anda yang hendak memulai bisnis UKM atau sedang mengembangkan UKM di wilayah provinsi Riau, Pekanbaru dan sekitarnya. Jangan lupa untuk mendaftar di direktori ukmriau.com untuk mendapatkan keuntungan promosi di internet.

About Reza UKM

Web Development at Riau Web Design | Administrator at UKMRIAU | Mimin at KosNgosan | Still Ngenes With Single Status