Rabu, 31 Januari 2018 02:29:50
Dilihat sebanyak 7.690 kali

Definisi UKM dan UMKM, Apa Sih UKM dan UMKM Itu? Apa Perbedaannya

Definisi UKM dan UMKM, Apa Sih UKM dan UMKM Itu? Apa Perbedaannya
Dunia UKM Kampung UKM Digital Pemasaran UKM

Bisnis Riau – Definisi UKM dan UMKM, Apa Sih UKM dan UMKM Itu? Apa Perbedaannya. Apa Pengertian UKM/UMKM Indonesia? Menurut Wikipedia.

Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”

Meski begitu ternyata tak banyak yang mengetahui apa itu UKM? Apa yang membedakan dengan UMKM? Bahkan ada yang menyebut UKM dan Startup itu sama padahal jauh berbeda.

Lalu Apa definisi UKM dan UMKM ?

Jika membaca peraturan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Maka bisa dilihat perbedaannya dengan jelas antara UKM dan UMKM.

Pengertian UMKM dan UKM adalah jenis usaha yang dipisahkan berdasarkan kriteria aset dan omset. Lebih sebagai berikut :

klasifikasi ukm

Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. Kriteria asset: Maks. Rp 50 Juta, kriteria Omzet: Maks. Rp 300 juta rupiah.

Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini. Kriteria asset: Rp 50 juta – Rp 500 juta, kriteria Omzet: Rp 300 juta – Rp 2,5 Miliar rupiah.

Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. Kriteria asset: 500 juta – Rp 10 Miliar, kriteria Omzet: >Rp 2,5 Miliar – Rp 50 Miliar rupiah.

Sedangkan UKM Diatur Oleh Beberapa Peraturan Berikut Ini :

Surat edaran Bank Indonesia No.26/I/UKK tanggal 29 Mei 1993 perihal Kredit Usaha Kecil (KUK) adalah usaha yang memiliki total asset Rp 60 juta (enam ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah atau rumah yang ditempati. Pengertian usaha kecil ini meliputi usaha perseorangan, badan usaha swasta dan koperasi, sepanjang asset yang dimiliki tidak melebihi nilai Rp 600 juta.

Menurut Departemen Perindustrian dan perdagangan, pengusaha kecil dan menengah adalah kelompok industri modern, industri tradisional, dan industri kerajinan, yang mempunyai investasi, modal untuk mesin-mesin dan peralatan sebesar Rp 70 juta ke bawah dengan resiko investasi modal/tenaga kerja Rp 625.000 ke bawah dan usahanya dimiliki warga Negara Indonesia.

Menurut Badan Pusat Statistik, usaha menengah dibagi kedalam beberapa bagian, yaitu: (i) Usaha Rumah tangga mempunyai: 1-5 tenaga kerja, (ii) Usaha kecil menengah: 6-19 tenaga kerja, (iii) Usaha menengah: 20-29 tenaga kerja, (iv) Usaha besar: lebih dari 100 tenaga kerja.

Sedangkan dalam konsep Inpres UKM, yang dimaksud dengan UKM adalah kegiatan ekonomi dengan kriteria: (i) Asset Rp 50 milyar, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, (ii) Omset Rp 250 milyar

Sehingga dapat disimpulkan bahwa antara UKM dan UMKM sama hanya saja berbeda dalam jumlah nominal aset yang dimiliki oleh suatu usaha dan bisnis.

Berdasarkan perkembangan UKM di Indonesia Dibedakan Menjadi 4 Kriteria yaitu :

  • Livelihood Activities, merupakan Usaha Kecil Menengah yang digunakan sebagai kesempatan kerja untuk mencari nafkah, yang lebih umum dikenal sebagai sektor informal. Contohnya adalah pedagang kaki lima.
  • Micro Enterprise, merupakan Usaha Kecil Menengah yang memiliki sifat pengrajin tetapi belum memiliki sifat kewirausahaan.
  • Small Dynamic Enterprise, merupakan Usaha Kecil Menengah yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu menerima pekerjaan subkontrak dan ekspor.
  • Fast Moving Enterprise, merupakam Usaha Kecil Menengah yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan akan melakukan transformasi menjadi Usaha Besar (UB).

Apakah Perbedaan UKM dengan Startup ?

Perkembangan UKM Indonesia beberapa tahun belakangan ini sepertinya disandingkan dengan startup. Akibat kebijakan pemerintah yang terus menggenjot perkembangan keduanya. Target minimal 2% UKM di Indonesia dan 1000 startup di tahun 2020. Namun ternyata tak semua orang tahu bahwa keduanya berbeda meski sama-sama usaha rintisan yang berasal dari ide brilian seseorang yang mampu melihat jeli peluang usaha.

Startup UKM Riau

Startup UKM Riau

Persamaan lainnya terletak pada modal yang kecil bahkan ada yang tak memiliki modal sama sekali. Meski tak sedikit para pebisnis pemula tersebut mencari modal pinjaman. Selain itu biasanya ketika di awal manajemen bisnisnya masih sangat sederhana hanya dibantu oleh orang terdekat seperti kerabat atau keluarga.

Lalu bagaimana perkembangan UKM di Indonesia dan startup? Lalu di mana letak perbedannya? Perbedaannya terletak pada jenis usahanya. Jika usaha UKM lebih menghasilkan suatu produk sedangkan bentuk usaha startup lebih mengandalkan jasa. Sehingga UKM biasanya hasil usahanya bisa langsung dinikmati oleh konsumen seperti pakaian, kuliner, dan karya seni. Sementara startup lebih ke arah aplikasi atau software, digital marketing agency, cloud based service.

Kedua, pada penggunaan koneksi Internet. Jika UKM menggunakan koneksi internet hanya sekedarnya saja dalam proses pemasaran. Namun startup, koneksi internet ibarat jantungnya bisnis. Tanpa internet bisnis ini tak akan berjalan karena dari awal bisnis memang menggunakan internet.

Ketiga, dalam skala produksi, jika UKM skala produksinya terbatas karena harus menggunakan bahan baku dan sumber daya manusia sebagai tenaga kerjanya sedangkan startup tak tergantung pada bahan baku dan tak perlu menggunakan SDM yang terlalu banyak.

Bagaimana Pertumbuhan dan Perkembangan di UKM Indonesia ?

pertumbuhan ukm di dindonsia

Meski UKM mampu bertahan di saat krisis moneter namun pertumbuhannya ternyata melambat setelah krismon. Padahal saat itu diperkirakan akan lebih cepat. Seperti data yang terdapat pada Worldbank yang menunjukkan bahwa usaha kecil tumbuh lebih cepat sebelum tahun 1998 dari pada sesudah tahun 1998.

Meski begitu dibandingkan dengan negara tetangga lainnya, Indonesia merupakan negara yang memiliki UKM/UMKM terbesar sejak tahun 2014. Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM di Indonesia memiliki 57,89 juta unit atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

Berdasarkan Data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah wirausahawan di Indonesia pun melonjak tajam dari 0,24 persen menjadi 1,56 persen dari jumlah penduduk. Meski begitu jumlah tersebut masih jauh dari target wirausaha Indonesia yang harusnya idealnya minimum 2 persen dari jumlah penduduk.

Dan meski secara kuantitas jumlah wirausaha Indonesia banyak namun secara persentase jumlah tersebut kalah jauh dibandingkan dengan negara tetangga. Seperti Singapura sebesar tujuh persen, Malaysia lima persen, dan Thailand empat persen. Sementara negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang bahkan memiliki jumlah pengusaha lebih dari 10 persen dari jumlah populasi.

Meski masih minim namun survei yang dilakukan oleh Global Entrepreneurship Monitor (GEM) pada tahun 2013, menunjukkan bahwa keinginan berwirausaha masyarakat Indonesia adalah yang kedua tertinggi di ASEAN setelah Filipina.

Bagaimana Peran UKM bagi Indonesia ?

Tak hanya ketika krisis moneter UMKM berkontibusi dalam perekonomian Indonesia. Setelah krismon pun UKM masih berperan bahkan dijadikan tulang punggung perekonomian karena secara alamiah lebih dinamis ketimbang perusahaan besar.

Menurut World Bank, Indonesia sendiri sumber penghidupan sangat bergantung pada sektor UKM. Dan kebanyakan usaha kecil ini terkonsentrasi pada sektor perdagangan, pangan, olahan pangan, tekstil dan garmen, kayu dan produk kayu, serta produksi mineral non-logam. Dan secara keseluruhan, sektor UKM diperkirakan menyumbang sekitar lebih dari 50% PDB (kebanyakan berada di sektor perdagangan dan pertanian) dan sekitar 10 % dari ekspor.

Data BPS 2014 pun menunjukan bahwa UMKM berkontribusi besar dalam memberikan kesempatan kerja sebesar 96,99 persen terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen. UMKM juga berkontribusi dalam penambahan devisa negara dalam bentuk penerimaan ekspor sebesar 27.700 milyar dan menciptakan peranan 4,86% terhadap total ekspor.

Sedangkan Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani tahun ini mengatakan, bahwa kontribusi UKM terhadap ekspor nasional sekitar 15 persen. Berarti angka ini naik dibandingkan perkiraan BPS dua tahun lalu.

Apa Peran UKM terhadap MEA ?

Selain menjadi bagian yang penting bagi roda perekonomian tanah air, UKM pun memegang peranan penting bagi perekonomian ASEAN hingga saat ini 96 persen dari perusahaan ASEAN merupakan UKM. Yang 50 persennya memberikan kontribusi 30 persen sampai 53 persen dari produk domestik bruto (PDB); dan berkontribusi 19 persen sampai 31 persen dari ekspor.

Meski Masyarakat Ekonomi Asean telah dimulai di akhir tahun lalu, namun ternyata UKM di Indonesia masih belum mampu menghadapi persaingan. Karena selama ini saja menghadapi persaingan sesama UKM lokal dan perusahaan lokal masih kesulitan. Sehingga tak dipungkiri jika perkembangan UKM di Indonesia memang belum stabil.

Sehingga dengan adanya kebijakan MEA, UKM di Indonesia sepertinya belum siap. Begitu juga dengan UKM di beberapa negara di ASEAN. sebuah survei yang dilakukan oleh Bank Pembangunan Asia dan Institut Studi Asia Tenggara (2015) menemukan bahwa kurang dari seperlima bisnis kawasan ASEAN yang siap menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN.

Mengapa UKM Belum Siap Menghadapi MEA ?

Perkembangan UKM di Indonesia kini harus menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean atau MEA. Meski pada kenyataannya UKM di Indonesia belum siap menghadapinya. Dan ternyata UKM Indonesia ternyata tak sendirian yang belum siap menghadapi persaingan dalam kancah ASEAN.

Karena survei yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan terhadap sekitar seribu industri skala kecil dan menengah. Lebih dari lima puluh persen tidak tahu mengenai Masyarakat Ekonomi ASEAN. Bahkan ada sekitar 60% UKM mengetahui peluang MEA atau tidak menyadari peluang yang tersedia di negara-negara ASEAN padahal peluang usahanya amat besar.

Hal ini terjadi selain karena minimnya informasi namun juga karena lemahnya kegiatan branding dan promosi serta penetrasi pasar di luar negeri. Selain itu minimnya infrastruktur, sumber daya manusia, pembiayaan lembaga keuangan dan perbankan dalam mendukung perkembangan UKM di Indonesia dalam persaingan MEA ini.

Untuk Menghadapi MEA, UKM Harus Go Online

manfaat-umkm-online

UKM Go Online : Inilah Keuntungan Usaha UKM Anda Online!. Ketika anda memiliki sebuah produk yg merupakan hasil olahan pribadi atau skala home industri, tentunya anda berminat produk kamu lebih dikenal supaya laba yg didapatkan pula lebih banyak. Oleh karenanya, dalam akhirnya banyak pengusaha UKM yg akhirnya coba mempopulerkan produknya via website atau media umum secara online. Namun apa keuntungan laba usaha UKM go online apabila dibandingkan beserta taktik bisnis konvensional?

Lahirnya Inovasi – Inovasi Baru Produk Anda

Ketika anda menjual produk melalui sistem online, tentunya akan ada beberapa produk yang mungkin memiliki bahan baku serupa beserta produk anda. Hal inilah yang secara pribadi akan memicu anda untuk berinovasi supaya produk UKM yang anda produksi memiliki daya saing yang bertenaga.

Contohnya saja ketika anda menjual kuliner kering dalam bentuk bungkus dan sehabis berjalan 1 tahun ternyata terdapat produk tidak sama yg serupa beserta milik anda, maka supaya konsumen lebih tertarik dengan produk, anda dapat melakukan penemuan beserta cara perubahan kemasan atau penambahan citarasa dalam produk makanan. Inovasi – inovasi baru akan hadir dengan sendirinya, karena banyaknya referensi yang anda lihat.

Menciptakan Opini Merek / Membentuk Brand Bisnis UKM Anda

Masalah klasik yg seringkali dialami oleh produk UKM adalah produknya yang dianggap beberapa konsumen masih kalah apabila dibandingkan produk yg telah mempunyai merek. Padahal anggapan tersebut belum pasti benar, mengingat kualitas bahan dan produk UKM biasanya juga sudah mematuhi standar yang diterapkan pemerintah.

Oleh sebab itu, mempromosikan produk UKM melalui sistem online secara eksklusif, secara tidak langsung pula akan menolong dalam pembentukan merek. Saat produk yg anda jual ternyata tidak kalah saing jika dibandingkan produk bermerek sekalipun, adakalanya lalu hal tadi mampu dimanfaatkan buat membentuk brand tersendiri yang dapat menembusa pangsa pasar dan melekat di hati masyarakat dan pelanggan.

Pangsa Pasar Sangat Luas
Saat anda memilih menjalankan serta memasarkan produk UKM secara online, secara tidak langsung pangsa pasar yg anda miliki akan jauh lebih luas dibandingkan saat promosi yg dilakukan hanya memakai brosur atau pamflet untuk wilayah sekiar area produksi. Beserta memakai media online, anda mampu menjangkau kebutuhan konsumen akan produk yang berada diluar wilayah.
Sehingga waktu konsumen tersebut merasa puas dengan pelayanan anda, yang berada di luar wilayah anda, sangat memungkinkan mereka akan meminta sebagai agen atau distributor dari produk UKM anda. Bahkan ada kesempatan jangkauan pemasaran produk UKM anda menembus pasar area luar negeri.

Kesempatan Sukses Sangat Besar

ukm go online data internet - Definisi UKM dan UMKM, Apa Sih UKM dan UMKM Itu? Apa Perbedaannya

Menurut data yang di publikasikan oleh APJII – IIX pengguna internet penduduk Inonesia sudah lebih dari 80 juta pengguna internet. Ini adalah potensi yang sangat hebat, karen produk UKM kita bukan hanya dijual disekitaran toko dan tempat usaha kita, dengan promosi online dan memiliki website UKM, sangat besar produk UKM anda diminati oleh hampir penduduk di Indonesia.

#Baca juga :   Pelaku Usaha Kecil Harus Paham Pemasaran Untuk Hadapi MEA

Sayangnya pasar online domestik yang demikian besar masih belum bisa dinikmati oleh para pelaku UKM indonesia, pasalnya mereka memiliki keterbatasan akses teknologi digital marketing. Dan mahalnya biaya untuk membuat sebuah website online.

Solusi mengenai hal ini, kami Riau Web Design bersinergi dengan UKMriau.com membuat sebuah Program yaitu, Program : 1000 UKM Riau Go Online, dengan fasilitas yang mewah dan profesional namun harga yang sangat terjangkau. Bayangkan jika anda melakukan promosi secara konvensional berapa biaya yang anda harus keluarkan, misal penyebaran brosur, sekali sebar langsung selesai, dan cakupannya sangat sempit sekali. Berbeda dengan jika anda membuat WEBSITE  UKM. Anda hanya mengeluarkan biaya diawal dan website akan online selamanya, dengan perpanjangan hanya setahun sekali. Pangsa pasar anda sangat luas, tidak terbatas, tergantung anda yang mentargetkannya.

So….Majulah UKM RIAU, Online kan usaha dan Bisnis UKM anda sekarang juga bersama kami, jangan sampai anda tertinggal dengan pesaing anda, manfaatkan momen ini, jangan kwatir panduan dan pendampingan akan kami lakukan terus secara kontinyu.

Sumber : *** dikutip dari berbagai sumber ***

About Admin UKMriau

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA