Kamis, 16 Maret 2017 04:29:57
Dilihat sebanyak 1.601 kali

Bisnis Service Bengkel Lampu Prospektif di Pekanbaru Riau

Bisnis Service Bengkel Lampu Prospektif di Pekanbaru Riau – Jangan buru-buru membuang lampu yang telah putus. Di tangan beberapa tangan terampil, lampu mati pun dapat diservis, dan menyala seperti semula. Bisnis trotoar dengan klien menengah ke bawah yang laris ini semakin prospektif di daerah Riau dan Pekanbaru.

Tidak jauh dari Pasar dan mentok di ujung utara jalan, tampak dibuka bengkel lampu. Sepintas, etalase mereka terang-benderang. Lusinan lampu dengan berbagai ukuran watt dan merek ditata rapi bersama tumpukan perkakas dan peralatan bengkel. Bahkan lampu jalan di sekitar lapak kelihatan redup dibanding bengkel lampu.

Setiap pengguna jalan yang berseliweran belum tentu paham, apa yang mereka lakukan dengan lampu-lampu itu. Seorang dua orang mengamati serius. Mungkin saja beberapa pertanyaan penting ada di benak mereka. Sebagian pengguna jalan yang berhenti karena lampu merah berusaha mengira-ngira, apa yang sedang ditransaksikan dengan lampu-lampu itu.

Penjaga lapak non-permanen itu pun hanya satu orang. Ia tengah sibuk membongkar bolam-bolam lampu dengan ketelitian yang sangat, lantaran perantinya yang juga kecil. Ia seperti tenggelam dikepung terangnya sinar lampu dan tak menggubris setiap orang yang lewat. Benar, ia memang sedang sibuk, hingga tak sempat mengurus sibuk dan padatnya jalanan Jogja malam itu.

Apa yang menarik dari bengkel lampu? Begitu pertanyaan orang awam yang biasanya hanya tinggal menekan saklar untuk menyalakan lampu, dan mengganti lampu bila telah putus. Sebutlah kalangan ini sebagai pengguna pasif. Person-person yang tidak tahu seluk beluk perlampuan. Bahkan mereka berpikir, lampu adalah pekerjaan para tukang.

Sementara bagi sebagian orang yang mengerti kerumahtanggaan, yang biasa berbenah rumah, dan mengganti lampu yang putus, bisa jadi ia terheran-heran dengan bisnis bengkel lampu. Apa iya, mereka dapat bertahan dan menghidupi keluarga? Belum lagi soal harganya. Ada lampu yang harganya mahal dengan kualitas prima. Namun ada juga lampu keluaran Cina yang super murah harganya, dan ketika mati, tinggal membeli yang baru. Lantas buat apa lampu diservis? Berapa pula keuntungan yang didapat dari setiap jasa bengkel yang dilakukan?

46Lampu Kerja worklamp 60w Model Gantung - Bisnis Service Bengkel Lampu Prospektif di Pekanbaru Riau

Awalnya, Pemanfaatan Sampah

Adalah Zainudin Muzamil, salah seorang kreatif yang menginisiasi lahirnya bengkel lampu di Jogja. Kini servis lampu bahkan telah ia kembangkan sampai ke Jawa Tengah. Seperti tidak sungguh-sungguh, tapi demikianlah adanya. Zainudin mengawali semuanya dengan kesungguhan, bahwa apa pun yang dikerjakan bersama ketekunan akan menghasilkan sesuatu yang berguna.

Awalnya Zainudin prihatin melihat banyaknya sampah lampu bekas di Tempat Pembuangan Sampah Jogja. Bayangkan, sampah plastik saja sudah sangat merepotkan, karena tak semua bisa terurai ketika ditimbun di dalam tanah. Apalagi ditambah dengan lampu dan pecahan-pecahannya. Semakin tambah semerawut saja tempat sampah Kota Pelajar, jantung keistimewaan DIY ini.

Ide Zainudin untuk memanfaatkan sampah yang sudah tidak terpakai pun muncul. Berbekal pengetahuan elektronik yang ia punyai, mulailah ia berurusan dengan sampah-sampah lampu tersebut. Hasilnya fantastis. Selain dapat mengurangi tumpukan sampah yang ada, ia lantas terpikir bisnis baru yang sederhana tapi dibutuhkan, dan tentu saja prospektif. Ya, jasa servis lampu atau membuka bengkel lampu.

Cerita berbeda datang dari Herry Susanto. Ia memilih member jasa pelayanan servis lampu hemat energi. Herry membeli lampu-lampu yang sudah mati dari kampong ke kampong. Harganya bervariasi. Ada yang Rp 500 sampai Rp 2.500 per buah, tergantung merek dan besarnya watt. Meski Herry belum semahir Zainudin dalam menemukan komponen-komponen lampu yang mati atau rusak, toh ia tetap dapat melakukan sesuatu.

Ya, caranya dengan terus belajar. Herry belajar menemukan kerusakan komponen, dengan membandingkan modul lampu PLC yang masih hidup atau normal dengan lampu yang ia perbaiki. Ia sering merasa kesulitan. Terkadang, bingung sendiri. Untung, ada saja bengkel lampu lain yang mau berbagi ilmu dan komponen-komponen yang sering rusak.

Rata-rata pebengkel lampu mematok harga yang tidak jauh berbeda. Untuk perbaikan mesin lampu, mereka mematok harga Rp 5.000, sedangkan untuk pergantian kaca dapat mencapai Rp 8.000 hingga Rp 30.000 tergantung kapasitas dan kekuatan lampu.

Boleh dibilang, keuntungan dari servis dan bisnis lampu cukup menggiurkan. Dengan modal yang relatif kecil, yakni Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu, Anda sudah bisa membuka usaha ini. Beberapa pebengkel lampu dapat meraup keuntungan antara Rp 50 ribu sampai dengan Rp 150 ribu dalam satu malam. Biasanya mereka membuka lapak dari sore hingga malam hari. Ya, hanya beberapa jam saja atau biasa disebut part time. Belum lagi kalau mau membuka lapak di hari-hari pasaran.

Begitulah. Usaha keras tidak selalu bermodal besar. Bila jeli melihat peluang, dan mengedepankan ketekunan, kepercayaan pelanggan pasti akan terus menguat. Bisa jadi tidak setiap hari konsumen memperbaiki lampu rusaknya. Namun bila sudah percaya, seperti air mengalir rezeki yang akan Anda dapat. Selamat mencoba.

Demikian artikel mengenai Bisnis Service Bengkel Lampu Prospektif di Pekanbaru Riau ini semoga bermanfaat bagi anda yang punya keahlian dan kemampuan untuk membuka bisnis ini. Karena semakin banyak masyarakat di riau yang peduli akan lingkungan terutarama dimulai dari lampu rumah tangga. Sumber : jogjadaily.com dengan perubahan seperlunya.

About Reza UKM

Web Development at Riau Web Design | Administrator at UKMRIAU | Mimin at KosNgosan | Still Ngenes With Single Status