Bank Indonesia – Waspadai Tren Inflasi Akibat Kenaikan Harga BBM !

Bank Indonesia – Waspadai Tren Inflasi Akibat Kenaikan Harga BBM !
Bisnis Pekanbaru Liputan Media

Bisnis Riau, JAKARTA — Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyatakan pemerintah perlu mengantisipasi dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang belum lama ini terjadi.

Agus menilai, bukan tidak mungkin risiko inflasi akan terjadi jika harga minyak dunia ikut meningkat.

Untuk itu, BI bersama dengan pemerintah terus mengawasi dan mengantisipasi dampak dari inflasi akibat naiknya harga BBM tersebut.

“Kita tahu ada risiko inflasi dengan harga minyak yang meningkat. Kita melihat harga minyak dunia agak meningkat tapi BBM di Indonesia belum disesuaikan,” kata Agus.

❛❛ Baca juga :   Bisnis Usaha Reparasi Perabotan Furniture Pekanbaru Riau

“Kalau kita dengar yang terakhir sudah disesuaikan tentu ada dampak inflasi,” kata Agus usai menghadiri High Level Conference bertajuk New Growth Models in a Changing Global Landscape yang diselenggarakan BI dan IMF di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa, (27/2/2018).

Walau terjadi tekanan inflasi pada awal tahun 2018 akibat kenaikan harga BBM, Agus optimistis angka inflasi secara tahunan masih terkendali sesuai dengan target Pemerintah di angka 3,5 plus minus satu persen.

“BI dalam kajian kita dalam Rapat Dewan Gubernur bulan Februari kita sudah melihat itu dan kita melihat tekanan kalau seandainya nilai tukar melemah dan berdampak pada imported inflation. Tetapi secara umum inflasi kita masih sesuai target inflasi yaitu 3,5 plus minus satu persen,” jelas Agus.

❛❛ Baca juga :   156 Nelayan di Tegal Sanggupi Beralih Alat Tangkap?

Sebelumnya, Pertamina telah menaikkan harga bahan bakar minyak non-subsidi yang berlaku mulai Sabtu, 24 Februari 2018 pukul 00.00 waktu setempat.

Jenis BBM yang naik meliputi: Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

 Sumber : tribunnews.com

Tentang Muhammad Rifki Elzan

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA