Coba Peluang Bisnis Steik

Coba Peluang Bisnis Steik
Inspirasi Usaha Peluang Usaha

BISNISRIAU – Menu makanan asal barat masih punya pasar di Indonesia. Sebut saja piza, ayam goreng tepung hingga steik. Menu yang terakhir ini malah sempat menjadi tren dengan kehadiran kedai steik yang ramah di kantung. Maklum, bahan baku utama makanan tersebut adalah potongan daging sapi yang memang berharga tidak murah.

Namun, makin banyaknya gempuran bisnis makanan yang terjadi satu tahun belakangan ini membuat laju bisnis gerai steik mulai tertahan. Padahal, menu daging ini sebetulnya masih cukup populer.

Ini dibuktikan dari penelusuran terhadap para pelaku usaha makanan steik yang mengeluhkan laju bisnis tidak naik signifikan. Malah ada juga pebisnis yang terpaksa tutup warung karena persoalan bahan baku.

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini review kemitraan usaha yang pernah di ulas satu tahun lalu tentang gerai makanan dan restoran steik. Berikut ulasannya.

Zuper Steak

Bhakti Desta Gemilang adalah pengusaha yang membesar Zuper Steak. Ia membuka gerai steik tersebut sejak tahun 2012. Dan tidak berlangsung lama langsung menawarkan program kemitraan karena saat ini tren makanan steik tengah naik daun.

Saat diulas tepat satu tahun yang lalu, Desta sudah mempunyai delapan gerai Zuper Steak. Dari jumlah tersebut, sekitar tujuh gerai merupakan milik mitra usaha Zuper Steak.

Nah, saat ini, jumlah mitra usaha gerai steik tersebut sudah bertambah. Ia sanggup menambah dua mitra pebisnis sehingga total gerai Zuper Steak saat ini sudah ada 10 gerai. Lokasi dari gerai makanan ala Barat tersebut tersebar di sejumlah lokasi, seperti Palembang, Banjarmasin, Toraja, hingga Manokwari.

❛❛ Baca juga :   Tips Bisnis Makanan Kue Kering di Pekanbaru Riau

Menurutnya, perkembangan tersebut tidak terlepas dari inovasi yang ia terapkan di Zuper Steak dibanding tahun sebelumnya. Misalnya ia meningkatkan kualitas gerai menjadi full stainless. Selain itu ia sudah menerapkan teknologi informasi untuk memudahkan mengerjakan laporan keuangan.

Strategi lain yang tidak kalah penting adalah memanfaatkan teknologi digital. Zuper Steak sudah menjalin kerjasama dengan aplikasi transportasi online untuk layanan pesan antar online.

Lewat strategi ini, ia menargetkan saban satu bulan bisa ada tambahan gerai. “Kami harapkan ada pertumbuhan satu gerai per bulan,” timpalnya (8/2).

Meski Desta akui tidak mudah untuk mewujudkan target tersebut. Pasalnya, ia harus bisa mengakali bila terjadi kenaikan harga bahan baku daging. Selain itu, polemik lain yang tidak kalah penting adalah kerjasama dengan ojek online di luar Jawa. Sayang, ia tidak merinci pemecahan persoalan dari kedua persoalan tersebut. Yang pasti, ia akan sekuat tenaga mengembangkan bisnis ini.

Maklum, pertumbuhan bisnis steik dari Zuper Steak cukup menjanjikan. Saat ini saja, rata-rata penjualan di gerai tersebut sebesar Rp 2 juta per hari. Hasil ini melonjak 20% dari pendapatan tahun lalu.

❛❛ Baca juga :   7 Langkah Pengaturan Keuangan Ini? Di Jamin Bisnis Anda Sukses

Melihat hasil tersebut, ia bakal merilis menu baru untuk mempertahankan pasar. Ia sudah mempersiapkan 12 menu dan merchandise sepanjang tahun ini. Jadi setiap bulan, bakal ada menu dan merchandise anyar yang muncul di Zuper Steak dengan tema  yang berbeda.

Tidak berhenti sampai di Zuper Steak, Desta terus membentangkan sayap usahanya dengan meluncurkan brand baru berbasis ayam keju dan sayap pedas dengan label ChiCheese Fiesta. Uniknya, Bhakti mengaku bila makanan ayam goreng tepung menjadi pesaing berat Zuper  Steak karena harga yang lebih murah ketimbang steik.

Saat ini, ia menawarkan paket investasi waralaba ChiCheese Fiesta sebesar Rp 250 juta untuk gerai dengan luas minimal 50 m². Nilai tesebut sudah termasuk peralatan dan perlengkapan serta fasilitas yang lengkap. Seperti desain gerai yang penuh warna dan modern.

Ukuran gerai tersebut bisa menampung hingga 30 kursi dengan jam operasional selama 10 jam. Dengan jam operasional tersebut, Desta targetkan setiap gerai ayam goreng keju ini bisa meraup omzet antara Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta. Bila target terpenuhi, dalam kurun waktu 12 bulan mitra sudah bisa balik modal.

Sumber: kontan.co.id

Tentang Wiwit Cahyati

I'm Graphic Designer, Programmer