Cara Mengatasi Barang Yang Tidak Laku Terjual Dalam Bisnis

Cara Mengatasi Barang Yang Tidak Laku Terjual Dalam Bisnis
Dunia Kerja Menjalankan Bisnis


BISNISRIAU – Penumpukan barang-barang dagangan yang tidak laku terjual merupakan fenomena yang seringkali terjadi pada banyak usaha. Meskipun demikian, bukan berarti kita dapat menganggapnya sebagai suatu hal yang biasa. Setidaknya kita harus segera mengambil tindakan agar dapat terhindar dari kerugian yang lebih besar lagi.

Jika Anda adalah seorang pedagang maka bersyukurlah jika seluruh barang yang Anda pasarkan banyak yang laku terjual. Namun dari hampir setiap toko atau tempat-tempat bisnis, selalu saja terdapat beberapa jenis barang tidak laku terjual. Sebagian barang juga terkadang masih saja terpajang di rak-rak toko selama berhari-hari, berminggu-minggu bahkan mungkin bisa sampai berbulan-bulan tanpa sempat diperhatikan oleh si penjualnya. Sebagian yang lain mungkin malah sudah lebih dari setahun tertumpuk-tumpuk didalam gudang dan semakin berdebu.

Barang tidak laku ini, atau biasa disebut dengan istilah “dead stock” alias “stok mati”, biasanya sangat membebani dari sisi keuangan bisnis. Oleh karena itu perlu segera bagi Anda untuk mengambil tindakan agar bisnis Anda dapat terhindar dari berbagai kerugian akibat dari barang yang tidak laku terjual ini.

Langkah pertama adalah, segera cari tahu apa penyebabnya barang tersebut sampai  tidak laku terjual.

Apakah karena salah membeli terlalu banyak dibandingkan dengan permintaan pasar? Atau, salah dalam memajang sehingga tidak terlihat menarik perhatian dari para pembeli? Atau, sebab-sebab lain yang harus Anda cari tahu?

Berikut beberapa ide cemerlang bagaimana dalam mengatasi barang dagangan yang tidak laku terjual agar bisa segera dikonversikan menjadi uang.

• Mengembalikan Kepada Para Pemasok

Apakah bisa semudah itu? Tentu saja tidak. Setidaknya kita  harus mempelajari secara lebih mendalam tentang bagaimana perjanjian jual beli sebelumnya antara bisnis kita dengan para pemasok, apakah terdapat ketentuan yang membolehkan untuk mengembalikan (retur) barang tersebut kepada para pemasok. Jika memang ada, pastikan bahwa kita sudah sangat memenuhi syarat batas waktu dan kondisi barang yang boleh untuk direturkan.

• Menukar Dengan Barang Lain yang Lebih Prospek Terjual

Apabila dari pihak pemasok merasa sangat keberatan untuk menerima retur barang tidak laku terjual tersebut, maka alternatif lainnya adalah menawarkan untuk menukarnya dengan barang lain yang bernilai setara dan lebih prospek untuk cepat terjual.

• Memindahkan Ke Gerai/Toko Lain yang Terlihat Lebih Prospek Cepat Terjual

Apabila Anda memiliki beberapa gerai atau toko untuk penjualan, Anda dapat memindahkan  barang tidak laku terjual tersebut ke gerai atau toko yang berada pada lokasi lain. Mungkin setelah secara rutin diputar dari toko satu ke toko yang lain,barang dagangan tersebut dapat menarik banyak perhatian dari para pelanggan kita yang lain.

• Memperbaiki Bagaimana Caranya Memajang (Display)

Mungkin saja dengan cara memajang barang dagangan tersebut yang terlihat kurang menarik perhatian dari para pembeli. Cobalah untuk menempatkan barang tersebut di rak depan, atau rak khusus, atau dekat rak barang-barang yang biasanya laku keras. Usahakan agar barang dagangan tersebut dapat terlihat oleh para pelanggan.

• Menawarkannya Ke Tempat Lain

Apabila Anda menginginkan barang dagangan tersebut dapat terjual, maka tidak mungkin ada cara yang lebih manjur selain menawarkannya langsung kepada para pembeli. Inilah ujian yang sesungguhnya dari seorang penjual (marketer sejati) yaitu : dapat menjual barang dagangan yang semula sama sekali tidak terlihat menarik perhatian dari para pembeli.

• Memberikan Diskon

Pilihan harga yang terlalu mahal mungkin saja yang menjadikan para pelanggan tidak lagi tertarik terhadap produk kita. Menghitung secara cermat, apakah masih bisa mendapatkan cukup keuntungan dari program diskon tersebut? Namun demikian, demi terhindar dari resiko kerugian akibat uang kita yang mati, maka tidak ada salahnya bagi kita untuk menjual dengan harga pokok. Asalkan tidak sampai rugi, dan tetap bisa mendapatkan uang kembali, maka sudah cukup baik.

• Menaikkan Harga

Memang terlihat aneh tetapi begitulah kenyataannya, sebagian dari para pembeli justru telah memandang sebelah mata tentang barang yang dijual dengan harga yang sangat murah. Namun ada kalanya dengan menaikkan harga jual malah membuat para pembeli semakin merasa penasaran dan tertarik terhadap produk kita. Tentu saja cara ini hanya berlaku terhadap barang-barang tertentu, seperti fashion, atau aksesoris lain.

• Menjual Dalam Sistem Paket

Membuat program subsidi secara silang dengan menjual secara paket barang dagangan yang sama sekali tidak laku terjual dengan barang lain yang memiliki fungsi linier. Misalnya, seperti sendok goreng yang tidak laku dengan minyak goreng atau semacamnya.

• Pengemasan Ulang Barang Tidak Laku

Bisa barang dagangan yang tidak laku terjual karena masalah kemasan. Seperti : kita dapat mengemas ulang barang yang tidak laku dalam kemasan yang lebih kecil agar harga barang menjadi lebih terjangkau terhadap para pelanggan. Tentunya harus memperhitungkan biaya pengemasan ulang agar tidak semakin rugi saat penjualan.

• Menyimpan Lalu Menjualnya Kembali Pada Musim Berikutnya

Jangan terlalu panik apabila barang Anda tidak laku. Mungkin saja, karena musim atau trend barang tersebut sudah melewati masanya. Tetap saja menyimpan dengan baik dan rapi dalam gudang, lalu Anda dapat menjualnya kembali pada musim berikutnya lagi. Tentu saja, cara ini akan lebih cocok untuk barang-barang dagangan secara musiman.

• Menjual Ke Pasar Sekunder

Apabila merasa khwatir untuk menjual barang dengan harga yang murah secara langsung pada toko dapat mempengaruhi pamor bisnis kita. Langkah lain adalah kita dapat melemparnya ke pasar-pasar sekunder. Apa yang dilakukan oleh para pedagang buah jika dagangan mereka tidak laku? Sebelum buah-buah mereka rusak dan membusuk terbuang sia-sia begitu saja. Mereka akan menjualnya ke pabrik atau usaha makanan agar dapat digunakan sebagai bahan baku selai, sirup atau perasa dan lain-lain.

• Memproses Untuk Dijadikan Produk Lain

Anda dapat meningkatkan nilai jual dari barang dagangan tidak laku terjual tersebut dengan memprosesnya menjadi barang jadi lain yang memiliki nilai jual lebih baik. Misalnya saja, mengubah buah-buahan sisa menjadi produk rujak manis, es jus, serbat buah, dan lain sebagainya.

• Mendonasikan

Jika Anda tidak mau terlalu repot dan berpikir bahwa ini merupakan saat yang paling tepat untuk bertindak lebih dari sekedar berdagang saja. Mengapa tidak mendonasikan saja barang-barang dagangan yang tidak laku terjual tersebut kepada pihak lain. Pastinya akan selalu ada orang yang dengan senang hati menerima dan membutuhkan donasi dari barang tidak laku tersebut.

Seperti contoh : Terdapat seorang pengusaha rumah makan yang setiap malam selalu membungkuskan masakan yang pada hari itu tidak laku terjual dan membagikannya kepada para pemulung, tukang becak atau orang-orang lain yang kebetulan sedang lewat di sekitar rumah makannya.

Mungkin secara financial memang terlihat rugi, namun jika kita mempercayai bahwa tidak ada amal kebaikan yang sia-sia, maka dari itu, hal ini bisa menjadi bagian dari ibadah bukan?

Perlu Anda ketahui tidak semua cara dapat diberlakukan terhadap segala jenis barang. Seperti barang-barang yang memiliki masa manfaat yang terbatas, seperti produk-produk makanan atau bahan makanan, tentunya membutuhkan trik yang berbeda-beda dengan produk-produk garmen. Selama kita mengetahui mengapa barang kita sampai tidak laku terjual, maka kita bisa menemukan cara lain untuk solusi pemecahan masalahnya.

 

Sumber : easyaccountingstore.com


Tentang Mayri Hevinka Putri

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA