Ditengah Pelemahan Pasar Global, Harga Minyak Dunia Turun

Ditengah Pelemahan Pasar Global, Harga Minyak Dunia Turun
Liputan Media

BISNISRIAU – Harga minyak dunia pada perdagangan hari ini jatuh dari sesi sebelumnya, dengan patokan harga minyak internasional yaitu brent turun 1%, karena pasar keuangan global melemah setelah penurunan satu hari terbesar yang dialami Wall Street sejak 2011.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (6/2/2018), harga minyak brent berada di level USD66,95 per barel pada pukul 01.48 GMT, turun 67 sen atau 1% dari penutupan sebelumnya dan lebih dari USD4 di bawah titik tertinggi pada 2018, yang dicapai pada bulan lalu.

Sementara, harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD63,48 per barel. Angka tersebut turun 67 sen atau 1% dari pemukiman terakhir mereka, dan lebih dari USD3 dari level tertingginya pada 2018.

Rental Mobil Instagram Post

Pasar keuangan mengalami penurunan pada perdagangan kemarin ketika saham AS terjun dalam perdagangan yang sangat volatile yang melihat Dow Jones Industrial Average jatuh hampir 1.600 poin dalam perdagangan karena investor bergulat dengan kenaikan imbal hasil obligasi dan inflasi yang berpotensi menguat.

“Tiba-tiba, inflasi telah menjadi salah satu isu yang paling banyak dibicarakan di pasar,” kata JP Morgan mengatakan dalam sebuah catatan kepada kliennya.

Namun, koreksi minyak lebih dari sekadar reaksi sell-off di pasar keuangan. Meskipun ada upaya yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia untuk menahan produksi sejak Januari tahun lalu untuk memperketat pasar dan menopang harga, persediaan minyak mentah tetap relatif cukup.

Hal itu terutama dikarenakan melonjaknya produksi minyak AS, yang telah melonjak hampir 18% sejak pertengahan 2016 sampai 10 juta barel per hari (bpd) melebihi produksi oleh eksportir terkemuka Arab Saudi.

Hanya Rusia yang menghasilkan lebih banyak, rata-rata 10,98 juta bph pada 2017. Terlebih lagi, ada indikasi bahwa produksi minyak AS akan meningkat lebih lanjut, jumlah pengeboran rig untuk ladang minyak naik menjadi 765 pada akhir Januari, dengan mudah lebih dari dua kali lipat 316 yang beroperasi selama jeda produksi 2016.

Akibatnya, manajer hedge fund telah mengurangi eksposur bullish mereka terhadap minyak bumi untuk pertama kalinya dalam enam pekan.

Sumber: sindonews.com

About Wiwit Cahyati

I'm Graphic Designer, Programmer