Sabtu, 31 Agustus 2019 10:00:49
Dilihat sebanyak 515 kali

Peluang usaha pemandu wisatawan luar negeri

Peluang usaha pemandu wisatawan luar negeri
Inspirasi Bisnis

Saat berlibur ke Jogja atau ke Bali, terutama di tempat-tempat bersejarah seperti candi dan pura barangkali Anda pernah melihat seseorang berbicara dihadapan wisatawan menggunakan bahasa asing dengan logat yang fasih. Memandu rombongan wisatawan sambil sesekali menerangkan hal-hal menarik. Mereka itulah yang disebut dengan tour guide atau pemandu wisata.

Jika Anda adalah tipe orang yang menyukai tantangan, suka bekerja di luar ruangan, aktif dan ekspresif, suka berinteraksi dengan orang banyak, memiliki minat dalam berbahasa dan mempelajari budaya asing, memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang sejarah dan kebudayaan Indonesia, tidak ada salahnya jika mencoba profesi Pemandu Wisatawan ini. Tetapi ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum menjadi pemandu wisata.

1. Pendidikan dan pelatihan
Sudah banyak sekolah-sekolah kejuruan bahkan instansi yang menghususkan pembelajarannya di bidang pariwisata. Tapi jika menginginkan menjadi seorang pemandu wisata sedangkan Anda tidak berlatar belakang pendidikan pariwisata, tidak perlu khawatir. Ada beberapa lembaga pelatihan yang akan membimbing untuk menjadi pemandu wisata yang baik.

Di sana Anda akan diajarkan mengenai komponen-komponen memandu wisatawan asing yang dapat dijadikan modal dasar untuk menjalani profesi ini. Beberapa kota-kota wisata yang sering mendapat kunjungan dari wisatawan asing umumnya memiliki banyak tempat pelatihan seperti ini. Anda juga harus melatih ketrampilan dalam berbahasa asing terutama bahasa inggris sebagai bahasa internasional.

2. Escorting
Biasanya lembaga pendidikan dan pelatihan pramuwisata sudah menjalin kerja sama dengan berbagai biro perjalanan wisata yang membutuhkan tambahan pramuwisata yang handal. Kerjasama ini memudahkan Anda untuk mengikuti latihan praktik pemandu wisata atau yang sering dikenal dengan istilah escorting. Praktek ini mirip dengan PPL yang harus dilalui oleh mahasiswa-mahasiswa menjelang kelulusannya.

Kegiatan ini memiliki beberapa tahap. Pertama, Anda akan diajak untuk turut dalam sebuah perjalanan wisata tetapi Anda hanya akan mengamati bagaimana pemandu wisata menjalankan tugasnya. Pada masa ini, tugas Anda adalah mencatat dengan cermat dan teliti apa-apa saja yang dilakukan oleh pemandu wisata. Jika ada beberapa hal yang kurang jelas, dapat bersikap aktif dengan menanyakannya secara langsung kepada pemandu.

Tahap berikutnya, Anda akan diberikan kesempatan untuk memandu wisatawan pada sebagian perjalanan wisata. Setelah melewati satu periode waktu tertentu, dan jika sudah dianggap mampu untuk melakukan panduan dengan baik, barulah Anda akan diberi kesempatan untuk memandu wisatawan sendiri.

3. Lisensi pramuwisata
Langkah selanjutnya yang perlu Anda lalui untuk menjadi pemandu wisata ialah mencari lisensi. Pemandu wisata di Indonesia diwajibkan untuk memiliki lisensi yang diterbitkan oleh Dinas Pariwisata provinsi. Untuk mendapatkan keterangan tentang lisensi ini, Anda bisa menghubungi Dinas Pariwisata di kota Anda. Akan ada beberapa serangkaian ujian yang harus dihadapi sebelum dinyatakan lulus dan mendapat lisensi wisata dari Dinas Pariwisata.

4. Lamaran kerja
Jika sudah memiliki keterampilan menjadi seorang pemandu wisata, Anda dapat mengajukan lamaran pekerjaan untuk menjadi pemandu wisata. Sebelumnya, ada dua status pemandu wisata. Yaitu pramuwisata lepas atau free lance guide dan pramuwisata tetap yang bekerja pada suatu biro jasa tertentu atau staff guide.
Kelebihan pramuwisata lepas ialah, dia bisa bekerja untuk lebih dari satu biro perjalanan karena tidak terikat dengan sebuah perusahaan tertentu. Karena bekerja untuk lebih dari satu lembaga, pramuwisata lepas bisa menjalin relasi dengan lebih banyak pihak dan memiliki penghasilan yang lebih banyak jika musim liburan tiba. Sedangkan jika tidak musim liburan, ia bisa mengalokasikan waktunya untuk aktivitas atau pekerjaan yang lain. Namun kelemahannya, pemasukannya akan mengalami penurunan saat sedang tidak musim liburan, kecuali jika dia memiliki pekerjaan lain yang dapat menutupi kebutuhannya selama musim sepi.

Sedangkan untuk staff guide, kelebihannya adalah dia memiliki gaji pokok setiap bulannya. Jadi ia tetap bekerja baik ketika musim liburan yang ramai dengan kunjungan wisatawan, ataupun ketika musim tidak liburan dimana jarang sekali ada wisatawan datang. Kelemahannya, sistem ini tidak mengizinkan pemandunya untuk bekerja di biro lain dan senantiasa bersiaga untuk biro perjalanan tempatnya bekerja.

Sebagian besar pemandu wisata berstatus sebagai pemandu lepas dimana mereka menjadikan pekerjaan ini sebagai sampingan. Hal ini dikarenakan sebagian besar biro wisata memilih finansial yang lebih ringan bagi mereka. Jadi yang dapat Anda lakukan berikutnya adalah mengajukan lamaran pekerjaan ke biro perjalanan, menciptakan jaringan untuk memasarkan jasa pemanduan, dan meningkatkan citra positif.

Sumber : dolarbisnisonline.blogspot.com

About Yusdi UKM

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA