Senin, 14 Januari 2019 15:14:50
Dilihat sebanyak 287 kali

Jenis-jenis Usaha Dagang Berdasarkan Beberapa Aspek

Jenis-jenis Usaha Dagang Berdasarkan Beberapa Aspek
Inspirasi Bisnis

BeritaUKM,Riau-Salah satu uasaha yang dilakukan untuk mendapatkan uang adalah dengan berdagang, pasti kita semua tahu mengenai berdagang. Pada dasarnya berdagang adalah salah satu kegiatan ekonomi yang berfokus pada transaksi barang maupun jasa dan bisa disebut dengan jual beli. Kegiatan ini mungkin sudah ditemukan sejak dahulu kala, contohnya ketika islam masuk di Indonesia salah caranya adalah dengan berdagang. Maka dari itu berdagang merupakan salah satu kegiatan yang sudah terkenal dan terbilang mudah maka dari itu kebanyakan orang lebih suka menjalankan usaha dagang ini.

Dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai usaha dagang, khususnya pada pembahasan jenis-jenis badan usaha. Ada beberapa jenis-jenis usaha dagang didasarkan  pada aspek-aspek yang berlaku, antara lain :

1. Berdasarkan pemasarannya

  • Media sosial/ online marketing

Cara pemasaran yang terkenal dan banyak dipakai oleh masyarakat akhir-akhir ini adalah melalui media sosial atau yang sering disebut dengan online marketiing. Hal ini dipilh karena mudah, untuk semua kalangan dan jangkauannya yang luas. Jadi media sosial dipilih untuk memajang dan menjual barang dagangannya. Ada beberapa media sosial yang sering digunakan oleh masyarakat, antara lain : instagram, whats up, facebook, line, website dan lain sebagainya. Ada beberapa contoh mengenai perdagangan online, antara lain : menjual baju melalui media online, menjual obat-obatan melalui media online, memasang produk di website dan lainnya. Biasanya produk yang dijual di online adalah semua produk baik barang maupun jasa semua bisa dipasarkan dalam media sosial.

  • Face to face (tatap muka)

Face to face atau bertemu langsung adalah cara pemasaran yang terbilang tradisional namun saat ini masih dilaksanakan juga bisa dibilang efektif. Yang dimaksud tatap muka di sini adalah pembeli langsung menghampiri penjual, ataupun sebaliknya. Biasanya antara penjual dan pembeli bertemu di suatu tempat dimana akan  terjadi proses transaksi jual beli suatu produk. Ada beberapa tempat dimana mereka akan bertemu dan bertransaksi antara lain di toko, di pasar, di mall dan lain sebagainya. Cara ini memiliki kelemahan dan kelebihan, kelebihannya kita sebagai penjual tidak perlu mengeluarkan banyak dana untuk mencari konsumen layaknya online marketing, namun kelemahannya ada di sedikitnya jangkauan hanya bisa menjual ketika pembeli datang.

  • Pihak ke tiga

Yang dimaksud pihak ketiga yakni sang produsen tidak menjual produknya sendiri,namun mereka bantuan pihak lain yakni pihak ketiga. Dimana hasil penjualan juga akan dibagi pada penjual utama dan pihak pembantu. Saat ini hal seperti ini dikenal dengan pemborong dan reseller. Pemborong merupakan pihak yang membeli produk dari sang produsen asli kemudian menjualnya ke pembeli tentu dengan harga yang lebih mahal. Sedangkan untuk reseller, adalah pihak yang mengambil produk dari produsen dan membantu memasarkannya tentu dengan harga yang lebih tinggi. Contohnya reseller makanan ringan kripik, coklat dan lainnya, pemborong sayur-sayuran dan lain sebagainya.

2. Berdasarkan produk dagang

  • Produk berupa jasa

Tidak hanya barang saja yang mampu diperdagangkan namun jasa pun bisa diperdagangkan. Tentu tidak semua jasa bisa diperdagangkan. Untuk masalah berdagang jasa ini bisa dilakukan dengan berbagai cara misalkan pemasaran online, promosi, pameran dan lainnya. Untuk masalah jasa ada beberapa yang bisa diperdagangkan misalkan jasa fotocopy, pembayaran listrik, bangun rumah dan lain sebagainya.

  • Produk berupa barang

Untuk perdagangan yang sering kita lihat adalah barang. Memang banyak barang yang bisa diperjual belikan. Hampir sebagian besar pasar dikuasai oleh perdagangan barang. Hampir semua barang bisa diperdagangnkan, antara lain : bahan bangunana, makanan, minuman, sayur-sayuran, peralatan tulis (ATK), rumah, kendaraan bermotor, peralatan elektronik, pulsa, obat-obatan dan masih banyak lainnya.

3. Berdasarkan kepemilikan modal

  • Mandiri

Untuk penyedia modal beserta kepemilikannya bisa dilakukan secara mandiri atau sendiri. Dimana sang pengusaha memiliki kuasa penuh atas usaha dagangnya. Mulai dari proses produksi hingga penjualan. Namun ada yang perlu diketahui hal ini memiliki dampak positif dan negatif bagi pengusaha tersebut. Hal positifnya kita bisa mendapatkan keuntungan maksimal, sedangkan dampak negatifnya apapun masalahnya kerugian atau apapun itu kita tanggung sendiri.

  • Kerjasama (bagi hasil)

Selain kepemilik modal tunggal atau mandiri, ada juga kepemilikan modal dan uasah yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih yakni kerjasama. Dimana pihak kedua disebut dengan mitra. Untuk maslaah penyediaan modal dibagai dua dan kekuasaanpun  akan dibgai dua sesuai dengan modal yang mereka berikan. Cara ini sama dengan sebelumnya memiliki kelemahan dan kelebihan, kelebihannya lebih mudah untuk mendapatkan ide dan permasalahan akan ditanggung bersama. Sedangkan kelemahannya keuntungan kurang maksimal karena hasil bagi hasil atau dibagi dua.

  • Pinjaman (kredit)

Untuk pihak yang mungkin tidak memiliki mitra kerja dan tidak memiliki dana, mareka bnisa meminjam dana atau modal dari lembaga keuangan Bank maupun non Bank. Dengan hal ini pihak pengusaha akan mampu mengembangkan usaha dagangnya dengan pinjaman dari Bank ataupun lembaga lain.

4. Berdasarkan jangkauannya

  • Desa

Untuk masalah jangkauan perdagangan bisa melalui banyak tempat, bagi pemula atau usaha dagang kecil bisa menjual produknya di ruang lingkup desa. Contohnya jualan rujak, toko sembako, dan lainnya.

  • Kota atau provinsi

Jika sudah memiliki chanel dan produknya sudah dikenal oleh beberapa pihak dan tentunya memiliki modal lebih mereka bisa mengembangkan lingkup perdagangannya di kota. Contohnya bakso kota Cak Man Malang yang dulunya hanya warung bakso kecil dan dikembangkan hingga seluruh warga kota Malang mengerti.

  • Nasional

Ketika dana sudah banyak dan nama produk mulai dikenal kalangan luas, mereka mampu mengembangkan usahanya ke lingkup lebih besar yakni antar provinsi atau secara nasional. Untuk merk Rotiboy yang pasarannya sudah menembus pasar nasional mereka memiliki cabang di berbagai daerah di Indonesia.

  • Luar negeri

Ketika memang sudah terkenal dan memiliki mutu yang bagus serta chanel yang banyak maka kita bisa mengembangkan usaha dan perdagangan kita hingga ke luar negeri. Contohnya : keramik Tulunggagung sudah menembus pasar internasional.

About Sasi RWD

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA