Kamis, 30 September 2021 16:03:59
Dilihat sebanyak 340 kali

Pelaku UMKM Senyum, Pasar Kreatif di Paskal Raup Omzet Rp 740 Juta dalam 10 Hari

Pelaku UMKM Senyum, Pasar Kreatif di Paskal Raup Omzet Rp 740 Juta dalam 10 Hari
Berita UKM Nasional Dunia UKM Iklan UKM Liputan Media Pemasaran UKM

Pasar Kreatif Bandung yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung untuk 252 para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di 9 titik pusat perbelanjaan Kota Bandung mencatatkan transaksi yang menggembirakan.

Di 23 Paskal Shopping misalnya, selama 10 hari buka, pelaku UMKM yang menggelar barang dagangan mereka di mal itu meraup omzet hingga Rp 740 juta.

Kepala Disdagin Kota Bandung Elly Wasliah mengungkapkan, hal itu menunjukan respons masyarakat terhadap Pasar Kreatif Bandung kali ini cukup baik.

“Alhamdulillah yang 23 Paskal Shopping sudah beres hari Minggu. Omzetnya memberi kebahagian dan semangat bagi pelaku UKM yang sudah di Paskal kemarin laporannya itu di angka Rp 740 juta yang ada di Paskal selama 10 hari,” ujar Elly di Pasar Baltos pada Selasa (28/9/2021).

Menurutnya, berbagai produk UKM yang dijajakan berupa makanan dan minuman, menjadikan Pasar Kreatif Bandung semakin diminati pengunjung. Setidaknya, ada 14 stan yang diisi oleh 28 pemilik UKM di 23 Paskal Shopping Center.

“Karena tahun ini ada perbedaan, kita ada penambahan pelaku usaha makanan dan minuman dalam kemasan yang tahun lalu tidak diikutsertakan, di situ ada fashion, aksesoris, makanan minuman kemasan, home decor,” katanya.

Selain itu, Elly mengatakan, dengan diizinkannya anak usia di bawah 12 tahun untuk datang, Pasar Kreatif Bandung bisa mendulang sukses. Dengan izin tersebut, pengunjung pusat-pusat perbelanjaan mengalami peningkatan.

“Anak usia di bawah 12 tahun dilarang masuk mal dan lumayan mempengaruhi tingkat pengunjung, setelah berjalan empat hari, pemerintah pusat mengizinkan anak usia di bawah 12 tahun masuk mal, kunjungan meningkat signifikan,” tambah Elly.

Elly menambahkan, digelarnya Pasar Kreatif Bandung merupakan upaya untuk mengakselarasi pertumbuhan ekonomi Kota Bandung yang sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Apalagi, Pemkot Bandung memprioritas sektor UMKM untuk penggenjotan ekonomi.

“Kita tujuan jelas pemulihan ekonomi, untuk pelaku UMKM kita coba permudah, izinnya, distribusinya dan lain-lain, kita beri akses semudah-mudahnya agar tumbuh semakin banyak dan tentunya dapat bersaing,” tutupnya.

 

sumber:suarajabar.id

About Yusdi UKM

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA