Rabu, 8 September 2021 14:16:44
Dilihat sebanyak 219 kali

Jika BUMN Bisa Profit, UMKM Jangan Pailit

Jika BUMN Bisa Profit, UMKM Jangan Pailit
Advertising Berita UKM Nasional Dunia UKM Iklan UKM Liputan Media Pemasaran UKM

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, perusahaan-perusahaan pelat merah harus berkolaborasi dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu dinilai penting sehingga BUMN bisa menjalankan perannya sebagai katalisator dan mitra UMKM. Menurut Erick, kolaborasi antara BUMN dan UMKM di masa pandemi Covid-19 menjadi hal yang sangat penting, bukan hanya sekadar bertahan namun untuk membangun ekosistem bersama. Ia bilang, BUMN perlu memahami bahwa UMKM bukanlah saingan.

“Kolaboorasi ini harus diperkuat dengan pemahaman pada diri BUMN, bahwa UMKM bukanlah saingan. Justru kita bersama-sama membangun ekosistem yang sehat agar bisa berkembang dan membesarkan ekosistem ini,” ujarnya dalam acara PaDI UMKM Indonesia Virtual Expo Batch 2 di Jakarta, Senin (6/9/2021).

Erick mengatakan, dengan kolaborasi maka BUMN bisa meningkatkan pertumbuhan bisnisnya, demikian pula yang akan terjadi pada pemasukan UMKM. Menurutnya, hal ini penting untuk membangun keseimbangan dan pemerataan ekonomi. “Jadi memastikan ekonomi kelas bawah naik kelas, agar jangan sampai yang miskin semakin miskin sementara yang kaya semakin kaya,” kata dia. “Jika BUMN bisa mencapai profit, UMKM dan rakyat jangan menjadi pailit. Mereka juga harus ikut untung setelah kemudian naik kelas menjadi sejahtera,” lanjut Erick.

Oleh sebab itu kata Erick, untuk mewujudkan kolaborasi antara BUMN dan UMKM, diselenggarakan pameran Pasar Digital (PaDI) UMKM yang kini memasuki batch kedua, setelah batch pertama berlangsung pada Februari 2021. Lewat acara ini diharapkan UMKM bisa naik kelas karena membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, sehingga ada perbaikan harga dan lebih berdaya saing. Selain itu, membuka peluang untuk UMKM bermitra dengan BUMN. “Saya optimis ajang pameran produk UMKM virtual batch dua yang diikuti UMKM binaan mitra, pengampu non BUMN yang bergabung di pasar digital UMKM ini, menjadi salah satu jalan agar mereka bisa naik kelas,” ungkapnya

Nilai transaksi BUMN dengan UMKM

Erick menambahkan, total nilai transkasi BUMN dengan UMKM hingga 31 Agustus 2021 tercatat mencapai Rp 10,9 triliun, yang mencakup 142.000 transaksi dan melibatkan 10.100 UMKM. Adapun pada batch pertama penyelanggarapan pameran PaDI UMKM, dalam kurun waktu satu minggu yakni 15-22 Februari 2021 tercatat terjadi 75.000 transaksi antara BUMN dan UMKM.

Pada batch pertama ada 244 UMKM binaan mitra dan pengampu, sementara pada pada batch kedua kali ini ada peningkatan menjadi sebanyak 295 UMKM binaan mitra dan pengampu.

“Ini menunjukkan bagaimana kuatnya kolaborasi yang telah dibangun antara BUMN dengan UMKM,” imbuhnya. Erick pun memastikan, pihaknya akan terus berupaya untuk mendukung pengembangan UMKM, baik melalui pembiayaan, kepastian pembayaran, akes pasar, hingga pembinaan yang berkelanjutan.

Terlebih di tengah digitalisasi, pelaku UMKM perlu untuk memasuki dunia digital dalam memasarkan produk UMKM. Hal itu untuk mendorong UMKM terus bertransformasi dan beradaptasi sehingga terbentuk kemandiran.

“Dengan kolaborasi ini, kita perkuat UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Memastikan BUMN dan UMKM bisa terus bekerja sama dan menjadi soko guru perekonomian Indonesia,” pungkas Erick.

 

sumber:kompas.com

 

About Yusdi UKM

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA