Sabtu, 14 Agustus 2021 10:26:19
Dilihat sebanyak 342 kali

Deasy Nurmalasari: UMKM Tetap Bisa Raup Untung dengan “Go Digital”

Deasy Nurmalasari: UMKM Tetap Bisa Raup Untung dengan “Go Digital”
Advertising Dunia UKM Iklan UKM Inspirasi Bisnis Liputan Media Peluang Usaha

Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu jenis usaha yang digeluti penduduk Indonesia. Dengan jumlah hampir 80 juta, sumbangsih UMKM untuk perekonomian Indonesia tak bisa dibilang sedikit.

Terjadinya pandemi Covid-19 tentu saja memberikan dampak bagi sektor perekonomian, termasuk UMKM. Tak sedikit UMKM yang terpaksa gulung tikar akibat sepinya pembeli.

Kendati begitu, pelaku UMKM tak perlu patah arang terkait kondisi ini. Banyak cara yang bisa dilakukan UMKM untuk bisa bertahan, bahkan bisa meraup cuan.

Ketua Tim Karya Nusantara, Deasy Nurmalasari mengatakan, salah satu cara UMKM bisa meraup cuan yaitu harus go digital. Karena, dengan go digital banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM.

“Dengan go digital kita tahun tren pasar yang hits apa saja, sehingga bisa nanti jadi peluang bisnis baru. Contohnya ada UMKM keripik singkong jualan offline di tempat wisata, dengan adanya pandemi bikin anjlok penjualan. Nah UMKM itu merambah pasar online, kita cari keripik yang sedang tren apa. Dari situ cara kita untuk tahu tren pasar,” ucap Deasy dalam Webinar Kiat Sukses Raup Untung dari Bisnis UMKM yang digelar Suara.com.

Kemudian, lanjut Deasy, dengan go digital para UMKM bisa membangun citranya dengan baik. Dengan citra yang baik, terang dia, membuka peluang para pelaku UMKM untuk bermitra dengan pihak lain atau mencari investor.

“Jadi, membangun citra buat akses modal. Selain itu, transaksi yang tercatat itu juga memudahkan mendapatkan modal. UMKM bisa dapat review yang baik untuk citra,” jelas dia.

Umkm yang tahan banting di masa sulit pandemi ini adalah yang lincah beradaptasi dengan Go Digital. Saya langsung tembak aja digital, karena kita semua tahu bahwa sekarang ini PSBB dan lain sebagainya ini buat kita cukup kesulitan untuk selalu bertemu banyaknya orang dan lain sebagainya. Oleh sebab itu kita mau tidak mau bahwa harus Go Digital.

Sebelumnya saya ingin memperlihatkan dulu, memperlihatkan kepada teman-teman di sini, profil dan struktur UMKM di indonesia ini agar kita lebih aware sebenarnya UMKM indonesia seperti apa? Di sini sudah ada kitab piramid, memang kita disebutnya itu seperti piramid kenapa? Karena yang paling bawah itu level yang usahanya mikro, usaha mikro itu yang asetnya masih dibawah 50 juta dan omsetnya masih dibawah 300 juta per tahun

Kita itu masih mikro dan itu jumlahnya masih banyak yaitu 63 juta ini tahun 2020 atau sekitar 98,68 persen. Jadi dari 100 persen usaha di indonesia, 98 persennya itu hampir 99 persennya usaha mikro nanti naiknya ke kecil, naiknya cuma 1,22 menengahnya cuma 0,9 dan usaha besar itu hanya 0,01 persen.

Ini menjadi fenomena yang cukup unik kenapa? Dari jumlah ekspornya pun, kita bisa lihat persentasenya masih kecil. Di sini kita bisa lihat bahwa 98,7 persen usaha mikro itu kita sebutnya panglima tanpa pasukan atau CEO. CEO bukan eksekutif tapi chief everything officer, yang jualan gue, yang nerima tamu gue, yang jadi akuntansi gue, semuanya gue.

Itu semua sudah menjadi usaha profil mikro itu rata-rata starting dari seperti itu. Nah ternyata struktur ini, kita teliti itu sudah 10 tahun itu makin sama bentuknya seperti piramida. Paling berubahnya hanya berapa juta, berapa persen kecil sekali, tapi masih tetap besar di mikro.

Usaha besar hanya 5.500, sedangkan kalau kita bandingkan, dengan negara-negara maju, biasanya rasio usahanya 0,2 persen jadi jika kita ingin maju, kita juga harus memajukan usaha dari mikro kecil menengah naik kelas menjadi usaha besar yang tadinya 5.500.

Sebenarnya yang bagus adalah 120.000 usaha besar kalau kita mau patokannya negara maju.

 

Sumber:suara.com

 

About Yusdi UKM

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA