Sabtu, 17 Juni 2017 02:49:28
Dilihat sebanyak 3.876 kali

Bisnis Jual Kurma Pekanbaru Riau

Bisnis Jual Kurma Pekanbaru Riau
Dunia UKM Peluang Bisnis

Bisnis Jual Kurma Pekanbaru Riau – apakah investasi seperti ini benar-benar bisa berjalan di Indonesia  Jangan-jangan nanti kita sudah membeli tanahnya tapi ternyata kurma-nya tidak bisa tumbuh ? atau hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan ?

Bisa dimaklumi mengingat tanaman kurma lebih banyak berkembang di daerah Timur Tengah karena iklimnya yang dirasa sesuai.

Ada Bisnis Ada Resiko

Dalam bisnis memang selalu ada resiko. Begitu juga dengan bisnis kavling kurma. Meskipun dari segi property, dengan memiliki aset tanah berarti kita selalu punya harapan harganya bisa naik dari tahun ke tahun, tetap ada harapan supaya tanah tersebut dapat produktif dan memberikan hasil investasi yang bagus.

Nah untuk menjawab rasa penasaran ini, saya mencoba menelusuri beberapa informasi di internet. Dan dari beberapa penelusuran, tampaknya penuturan dari sumber penangkar bibit tanaman di Mitra Tunas Mandiri dapat dijadikan sebagai salah satu referensi bagaimana potensi dan prospek bisnis kavling kurma di Indonesia.

Mulai Tumbuh di Beberapa Daerah

Tanaman kurma saat ini telah dapat tumbuh dan berbuah di berbagai wilayah termasuk California, Australia, Thailand, Malaysia dan beberapa tempat di Indonesia seperti di wilayah Bangka (tepatnya 10 kilometer dari Pangkal Pinang) dengan enam hektar kebun kurma yang sudah mulai berproduksi dan juga di wilayah Aceh dengan rencana 100 hektar kebun kurmanya.

Varian Jenis Kurma

Menurut ahli perkurmaan, saat ini terdapat lebih dari 1.600 jenis kurma. Kurma termasuk palma yang paling beragam variannya. Harga buahnya juga sangat variatif. Mulai yang termurah, kurma mesir alias kurma curah yang ‘cuma’ seharga Rp.20.000/kg, sampai kepada kurma ajwa (kurma nabi) yang dibanderol seharga 350-500 ribu rupiah per kilogram tergantung ukuran buah. Makin besar makin mahal. Sedangkan kurma lulu (kurma madu) harganya berkisar di antara Rp.110.000/kg.

Potensi Bisnis Kurma

Dari berbagai penawaran promo yang ada saat ini salah satunya disebutkan informasi bahwa : ” menanam satu batang pohon kurma sama hasilnya dengan menanam satu hektar sawit ” .

Terkait hal ini Mitra Tunas Mandiri menyarankan supaya promo yang dibuat tidak terlalu bombastis atau memberikan harapan lebih. Jika nantinya tidak sesuai benar dengan informasi yang diberikan tentunya kita malah bisa dianggap pelaku PHP :). MTM mengingatkan bahwa resiko gagal menanam satu batang kurma berbanding menanam satu hektar sawit adalah 133 kali lebih besar. Begitu juga dengan adaptasi alam yang belum pasti dan teknik budidaya yang masih minim.

Meskipun begitu, terdapat hal yang menggembirakan juga bagi kita yang berminat membuat bisnis kebun kurma, karena tanaman kurma yang di daerah asalnya di jazirah Arab Saudi membutuhkan waktu hingga sepuluh tahun untuk berproduksi, ternyata di Indonesia hanya butuh waktu setengahnya. Ini bisa disebabkan kondisi tanah kita yang jauh lebih subur dibandingkan tanah Arabia yang terkenal tandus dan kadar pasirnya terlalu tinggi.

Di Indonesia, tanaman kurma cocok dibudidayakan di dataran rendah. Tempat di mana cahaya matahari bersinar penuh, cuaca panas di siang hari dan air tanahnya dekat. Daun kurma memang membutuhkan paparan cahaya dan suhu yang relatif tinggi, namun akarnya membutuhkan banyak air. Itulah sebabnya, di negeri asal, kebun kurma umumnya dipasangi irigasi pipa.

Kendala Pengembangan Kurma

bibit kurma bahree kuljar Mengenal Potensi dan Prospek Bisnis Kurma di IndonesiaSaat ini, salah satu kendala yang ditemukan untuk pengembangan kurma di Indonesia adalah sulit dan mahalnya harga bibit. Bayangkan saja, bibit kurma dengan varietas KL1 asalah Thailand, dikembangkan dengan kultur jaringan, dengan umur satu tahun setengah sampai dua tahun, harga per batangnya mencapai satu setengah juta rupiah!

Kendala lain yang mungkin akan ditemukan di lapangan adalah cara pengembangbiakan kurma itu sendiri. Kurma termasuk palma dengan kelamin terpisah atau berumah dua. Ada jantan dan ada betina. Yang bisa menghasilkan buah hanyalah yang berkelamin betina, sedangkan yang jantan hanya menghasilkan serbuk sari atau polen. Penyerbukan (polinasi/pendebungan) kurma biasanya juga dilakukan dengan cara buatan atau dengan bantuan manusia, seperti pada proses penyerbukan tanaman salak.

Terdapat beberapa cara pengembangbiakan kurma, diantaranya adalah melalui biji, menggunakan anakan atau offshot dan juga melalui proses kultur jaringan.

Masing-masing cara memiliki kekurangan dan kelebihannya tersendiri. Anda bisa berkonsultasi langsung dengan ahli perkurmaan untuk memilih bagaimana cara pengembangbiakan dan pembuahan untuk memulai bisnis kebun kurma.

Prospek Hasil yang Lebih Banyak

Dengan kondisi alam yang lebih subur dan air tanah yang jauh lebih banyak dibanding negara asalnya, pembudidayaan kurma di Indonesia memiliki potensi untuk dikembangkan. Jika berhasil, pertanaman kurma akan memberikan hasil sepuluh kali lebih banyak dari pada berkebun tanaman lain, semisal kelapa sawit tadi. Beberapa jenis kurma yang disarankan adalah kurma lulu atau deglet noor, dan juga bahree dan kurma ajwa. MTM lebih merekomendasikan memilih deglet noor atau kurma bahree karena ajwa membutuhkan suhu yang lebih tinggi agar buahnya berkembang dengan baik.

Dengan mengetahui informasi-informasi ini, setidaknya kini Anda bisa selangkah lebih maju untuk memutuskan, apakah Anda akan memanfaatkan peluang untuk mengambil potensi bisnis kavling di Kampoeng Kurma atau tidak. Sumber : saatnyajadipengusaha.com

About Reza UKM

Web Development at Riau Web Design | Administrator at UKMRIAU | Mimin at KosNgosan | Still Ngenes With Single Status