Kamis, 12 Juli 2018 14:02:18
Dilihat sebanyak 752 kali

3.000 Perempuan Pelaku UMKM Di Bantu Modal Oleh PPLIPI

3.000 Perempuan Pelaku UMKM Di Bantu Modal Oleh PPLIPI
Berita UKM Nasional Dunia UKM

PERHIMPUNAN Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) memberikan permodalan kepada 3.000 perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang merupakan program prioritas PPLIPI untuk skala nasional.

Meskipun dikaitkan dengan istilah UMKM, para penerima bantuan permodalan dari PPLIPI sejatinya ialah pedagang kaki lima (PKL) yang oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno pada Desember 2017 diganti dengan sebutan pengusaha kecil mandiri (PKM).

Pemberian bantuan tersebut diselenggarakan sekaligus dengan acara halal bilhalal pengurus PPLIPI berserta tamu undangan yang hadir pada Rabu (11/7) di Convention Hall Gedung Smesco, Pancoran, Jakarta Selatan.

Dalam acara tersebut, turut hadir pula Menteri Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, AA Gede Ngurah Puspayoga dan Ketua Umum DPP PPLIPI, Indah Suryadharma Ali.

PPLIPI hadir untuk menjembatani para PKM dengan pihak-pihak yang memiliki kelonggaran dalam bidang materi.

Dengan menghimpun dana zakat infak dan sedekah para pengurus PPLIPI dan simpatisan, pemberdayaan perempuan secara ekonomi untuk para PKM dapat diselenggarakan.

Pada 17 April 2016 lalu, PPLIPI dibentuk sebagai organisasi sosial kemasyarakatan dengan tujuan pemberdayaan perempuan dengan Ketua Umum Indah, Suryadharma Ali, dan Sekretaris Jenderal, Maya Miranda Ambarsari.

“Kata lintas profesi adalah ciri khas dan kekuatan organisasi PPLIPI, yang mana seluruh perempuan yang memiliki profesi apa pun, dalam pengertian positif diberi ‘wadah’ untuk berkiprah bagi negeri tercinta,” ujar Ketua Umum DPP PPLIPI, Indah Suryadharma Ali, dalam sambutannya.

“Wadah bagi para perempuan untuk berbuat sesuatu bagi sesama perempuan Indonesia yang masih kurang beruntung, sesuai profesi, latar belakang pendidikan, maupun minatnya, baik dalam bentuk menyumbangkan pemikiran, ilmu, akses, pengalaman, peluang bahkan materi,” tambahnya.

Jenis usaha kelas kecil mandiri ini merupakan jenis usaha yang menjadi pilihan para perempuan Indonesia. Pertimbangannya, karena selain modal tidak seberapa, juga tidak terlalu membutuhkan keterampilan maupun keahlian secara khusus, serta dapat dilakukan di sela-sela aktivitas mengurus keluarga dan rumah tangga.

Karena itu, menurut Indah, usaha semacam ini merupakan fenomena yang dapat ditemui di mana pun dan ke arah mana pun. Bahkan, menurutnya, dalam radius kurang dari 1 kilometer di sekitar akan ditemui mulai dari pedagang nasi uduk, lontong sayur, minuman, gorengan, buah, dan sayuran.

Meski omset tidak seberapa karena modalnya juga relatif kecil, omset ini menjadi mesin utama pemutaran roda kehidupan keluarga, yang menunjang kebutuhan paling dasar sehari-hari.

Ironisnya, para pelaku PKL atau PKM ini, umumnya tidak memiliki akses untuk mendapatkan pinjaman modal. Sehingga, umumnya para pedagang kelas ini, tidak dapat meningkatkan usaha mereka lantaran terkendala masalah modal.

Di tahun sebelumnya pada 2016 ada sebanyak 1.200 penerima bantuan permodalan, kemudian di 2017 jumlahnya meningkat sedikit menjadi 1.300.

“Dan sekarang di 2018 penerima bantuan permodalan dari PPLIPI meningkat menjadi 3.000 penerima,” imbuh Maya, Sekjen PPLIPI.

Sumber : mediaindonesia.com