Meraup Keuntungan Dari Hasil Fermentasi Susu (Keju)

Meraup Keuntungan Dari Hasil Fermentasi Susu (Keju)
Inspirasi Usaha Peluang Usaha

Bisnis Riau – Meraup Keuntungan Dari Hasil Fermentasi Susu (Keju) – Keju selalu identik dengan produksi luar negeri. Memang makanan yang terbuat dari hasil fermentasi susu banyak berasal dari negara-negara di Eropa.

Namun, seiring akrabnya masyarakat Indonesia dengan keju, banyak produsen keju lokal bermunculan. Salah satunya, Dapin Narendra yang mengusung merek Chizzu.

Menurut Dapin, dalam dua tahun terakhir, perkembangan bisnis keju lokal cukup pesat lantaran makin tenarnya sajian bergaya barat yang selalu dilengkapi dengan keju. Tak hanya itu, keju juga menyentuh kuliner lokal.

Saat ini, kualitas keju lokal yang tidak kalah dengan keju impor. Harganya yang lebih terjangkau membuat keju lokal menjadi buruan konsumen, khususnya mereka yang punya usaha kuliner.

Bagi Dapin, kondisi ini membawa angin segar bagi bisnisnya. Produksinya terkerek naik, dari semula 400 kg per bulan, kini menjadi lebih dari 1 ton per bulan.

❛❛ Baca juga :   Peluang Usaha Sewa Tenda Kursi Pekanbaru

Selama ini, Dapin memasok bahan baku dari pemasok susu segar di Batu, Malang. Ia membuat keju mozarella untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang tersebar di Pulau Jawa dan Bali. Kebanyakan pelanggannya adalah restoran, hotel, kafe dan lainnya.

Harga 1 kg mozarella Chizzu cukup murah, yakni Rp 85.000. Dalam sebulan, laki-laki 31 tahun ini pun mengantongi omzet hingga puluhan juta per bulannya.

Selain Chizzu, merek keju lokal lainnya adalah Indrakila. Keju ini merupakan produk dari Boyolali, Jawa Tengah. Romi Anjas Arvianto, Manager Umum Keju Indrakila menilai perkembangan industri keju lokal dalam dua tahun terakhir cukup  pesat. Hal ini ditandai dengan munculnya banyak pemain baru. “Dulu pemain hanya dari Malang, Depok, dan kami. Sekarang di Yogyakarta dan Bandung pun muncul juga,” ujar dia.

❛❛ Baca juga :   Pelaku UKM Adalah Pahlawan Ekonomi, Mengapa?

Banyaknya pemain ini seiring meningkatkan kebutuhan keju lokal. Romi mengaku kondisi ini juga berimbas pada produksinya yang terus meningkat menjadi 160 kg per hari dari 80 kg per hari.

Indrakila memproduksi keju jenis mozarella, feta, camembert, dan keju tua alias mountain. Untuk harganya dibandrol mulai dari Rp 120.000 – Rp 150.000 per kg.

Seluruh produksinya untuk disebarkan kepada pelanggannya yang berada di Pulau Jawa, Bali, Balikpapan, Makasar, Banjarmasin, dan Aceh. Kebanyakan konsumennya adalah pengusaha kuliner, kafe, restoran, dan wisatawan yang singgah ke Boyolali.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku utamanya, yaitu susu, Indrakila menjalin kerajasama dengan satu rumah susu yang berada di Desa Singosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. “Proses produksi kami semuanya fresh sehingga kami memutuskan untuk mengambil susu diwilayah setempat,” tambahnya.

Sumber : kontan.co.id

Tentang Lora Febiola

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA