Inspirasi Bisnis Usaha Kardus Box Pekanbaru Riau

Inspirasi Bisnis Usaha Kardus Box Pekanbaru Riau
Peluang Bisnis Peluang Usaha

Inspirasi Bisnis Usaha Kardus Box Pekanbaru Riau – Setelah lulus dari SMP, Andreas Chaiyadi mencoba merantau ke Yogyakarta bersama teman-temannya untuk melanjutkan pendidikan. Keberaniannya jauh dari rumah di usia yang terbilang masih belasan tahun tersebut menjadi bekal untuk meraih sukses.

Tidak hanya SMA saja pendidikan yang di tempuh oleh Andreas Chaiyadi, dia juga melanjutkan pendidikannya hingga kuliah. Saat masih kuliah, dia dengan gigih menjuah buku ensiklopedia. Dalam satu minggu, dia menargetkan untuk bertemu 4 orang guna ditawari bukunya.
Kegigihan Andreas Chaiyadi dibawa hingga di dunia kerja. Pada saat bekerja di PT Sarana Kemas Utama, dia berhasil mengharumkan nama perusahaannya. Namun, dia pada akhirnya memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya. Keluarnya Andreas Chaiyadi dari perusahaan tersebut, membuat banyak perusahaan menawari pekerjaan. Bahkan, ada yang bersedia untuk membiayai diu membuka usaha. Namun, semua itu dia tolak. Dia lebih memilih untuk membuka usaha bersama temannya, Johanes Djafar.

Dengan modal 30 juta rupiah, Andreas dan Johanes memulai usahanya dengan nama perusahaan PT Dwi Aneka Kemasindo. Pada tahun pertama, PT Dwi Aneka Kemasindo hanya jual kardus box saja. Jadi, perusahaan tersebut menerima pemesanan, lalu barangnya dibelikan di pabrik.

Pada tahun berikutnya, Andreas dan Johanes memutuskan untuk menyewa gudang seluas 300m2 di Dadap, Jakarta Barat. Kemudian, mereka membeli sejumlah mesin, seperti mesin lipat, mesin potong dan mesin paku. Untuk bahan baku kardus lembarannya masih membeli di pabrik.

Meraup Untung dari Krismon

Berbeda dengan nasib perusahaan pada umumnya yang ada di Indonesia. Pada saat badai krisis moneter yang menerjang Indonesia, banyak perusahaan yang memutuskan tutup alias gulung tikar. Namun, perusahaan Andreas justru meraup untuk besar. Berkurangnya kepercayaan pada saat krismon, menjadikan para pelaku bisnis melakukan pembayaran dalam bentuk tunai. Selain itu, perusahaan juga tidak terlalu peduli dengan harga barang. Yang terpenting adalah mendapatkan barang yang dicari. Hal ini dimanfaatkan Andreas. Sehingga, dia mampu untuk meraup untuk sebesar-besarnya.

Dari keuntungan tersebut, Andreas berhasil untuk engembangkan pabriknya dengan membeli lahan seluas 2.500 m2 di Pantai Indah Dadap. Dia juga membeli mecin cetak tiga warna yang otomatis.
Sebuah usaha terkadang tidak selamanya berjalan dengan lancar. Terkadang ada kendala-kendala yang harus dihadapi, begitu juga dengan usahanya Andreas. Lolos dari krismon, Andreas justru terkenan musibah banjir yang terjadi pada tahun 2001. Pabriknya terendam oleh air. Tidak hanya itu, stok banan baku yang ada di gudang beserta mesinnya terendam air. Kejadian itu membat Andreas rugi besar. Beruntung, Andreas mampu mengembalikan usahanya seperti semula dan mampu menutupi semua kerugian dalam waktu enam bulan saja.

Pada tahun 2009, Andreas membeli pabrik offset printing di Jataje, Tangerang. Lalu, pada tahun 2011, Andreas mengakuisisi PT Super Kemas Utama, sebuah perdusen karton lembaran.
Kini, Andreas mampu menghasilkan omzet hingga Rp 184 miliar/tahun. Dari dua orang, sekarang usahanya sudah mempekerjakan sekitar 1.000 karyawan. Sumber : bersosial.com

About Reza UKM

Web Development at Riau Web Design | Administrator at UKMRIAU | Mimin at KosNgosan | Still Ngenes With Single Status