Tips Sukses Ala Chairul Tanjung

BisnisRiau, Surabaya – Menjadi sukses bukan haknya orang kaya saja, tapi adalah hak semua orang. Mau dia itu anaknya presiden atau hanya masyarakat biasa, semua bisa sukses, asalkan ada kemauan dan mau berusaha keras.

Demikian disampaikan Chairul Tanjung, pendiri CT Corp. Ia bagi-bagi tips di acara Creativepreneur Corner 2018 yang digelar di JX International, Surabaya, Minggu (28/1/2018).

Acara ini sendiri dihadiri oleh para pembicara top seperti Walikota Surabaya Tri Rismaharini, pendiri 8wood Alice Norin, penyanyi Vidi Aldiano, dan pemilik Namaaz Dining Andrian Ishak.

Kemudian ada penulis dan fillmmaker Raditya Dika, CEO Layaria Dennis Adishawara, pendiri Code of Indonesia Prasetyo Andy Wicaksono selaku, dan tentunya Gibran Rakabuming Raka, pendiri Markobar yang juga putra Presiden Joko Widodo.

“Sukses haknya semua orang. Semua orang itu boleh dan bisa jadi orang sukses. Tadi ada Gibran, dia anak Presiden Jokowi, dia punya hak untuk sukses. Tapi ada juga orang lain yang bisa sukses, walaupun dia bukan anak siapa-siapa,” kata Chairul Tanjung yang akrab disapa CT.
“Jadi kesuksesan itu tidak tergantung kepada Anda itu siapa dan anak siapa. Anda punya hak untuk menjadi sukses. Tapi hak itu semuanya tergantung dari anda sendiri, tidak bisa orang lain yang membuat anda menjadi sukses lain. Orang lain bisa membantu, tapi kesukseskan itu adalah Anda sendiri yang menciptakannya,” tuturnya lebih lanjut.

Ia menambahkan, mencapai kesuksesan tidak seperti membalikkan telapak tangan. Kesuksesan itu sulit untuk dijadikan.

“Anda melihat orang sukses kayaknya gampang, kayaknya mudah. Tapi gampang dan mudah. Kenapa orang sukses lebih sedikit dari orang tidak sukses, karena menjadi sukses itu sulitnya luar biasa. Tidak mudah, butuh perjuangan, butuh jatuh bangun, dan menjadikan proses pembelajaran untuk menjadi seorang sukses,” terangnya.

CT berharap, orang yang ingin menggapai kesuksesan menyadari bahwa segala sesuatunya perlu diperjuangkan. “Mendapatkan nilai baik di sekolah saja perlu belajar. Apalagi untuk menjadi orang sukses,” ujarnya.

Ia pun coba menularkan ilmunya menggapai kesukseskan kepada peserta creativepreneur di Surabaya ini.

“Untuk bisa menjadi entrepreneurship pertama, harus bisa membaca peluang. Bagaimana caranya kita bisa membaca peluang. Peluang itu bisa dilihat dari lingkungan terdekat.

“Kalau Anda di kampus, lihat peluang yang ada di kampus. Kalau dari lingkungan Anda sekitarnya, maka lihat peluang itu di lingkungan Anda. Ada nggak peluang untuk mendapatkan uang dari proses yang Anda buat,” jelasnya.

Katanya, jika tidak bisa melihat adanya peluang, maka bagaimana caranya kita harus menciptakan peluang itu sendiri.

“Pak, saya sudah mencari peluang. Tapi saya lihat nggak ada peluang. Apa yang harus saya lakukan. Kalau melihat peluang nggak ada, maka ciptakanlah peluang itu,” jelasnya.

Setelah melihat peluang, yang harus dilakukan kemudian adalah menangkap peluang yang ada.

“Kalau sudah lihat ada, maka tangkaplah. Jangan hanya dilihat ini, peluang A, peluang B, peluang C, semuanya dicatat. Tapi habis itu tidak menangkap peluang, itu sama saja menjadi pengamat bisnis,” ujarnya.

“Anda ngajarin segala sesuatu tentang bisnis, tentang ekonomi, seolah-olah Anda jagoannya. Tapi begitu ditanya, pernah membuat usaha? Nggak pernah. Pernah menghasilkan uang? Nggak pernah, kecuali honor ceramah. Itu sama caranya Anda melihat peluang tapi tak mampu menangkapnya,” jelasnya,

“Jadi itu dasarnya. Ada peluang, tangkap, Nggak ada peluang, ciptakan peluang dan tangkap. Itu proses entrepreneurship yang simpel pemahamannya,” terangnya. (rou/rou)

About Isti RWD

Isti RWD Admin UKMRIAU