Kisah Vivien Chen, Miliarder yang Digugat Ibunya

Kisah Vivien Chen, Miliarder yang Digugat Ibunya
Kisah Sukses

BISNIS RIAU, Jakarta – Masalah harta memang dapat membuat pertengkaran di dalam keluarga, tidak hanya antar adik dan kakak,masalah harta dapat membuat ibu dan anak saling menuntut di pengadilan, seperti yang terjadi pada miliarder asal China, Vivien Chen.

Chen adalah ketua pengembang real estat ternama Nan Fung Group. Perusahaan yang berbasis di Hong Kong ini telah membangun lebih dari 130 properti residensial dan komersial di China, termasuk Hong Kong’s Asia Trade Centre dan Octa Tower di Kowloon. Perusahaan pengembang juga memiliki proyek di AS, Jerman, Jepang dan Malaysia.

Mayoritas kekayaan Chen berasal dari Nan Fung Group, pengembang properti yang didirikan oleh almarhum ayahnya, Dr Chen Din Hwa. Perusahaan yang berbasis di Hong Kong tersebut melaporkan pendapatan sebesar USD799 juta pada tahun sampai 31 Maret 2017, menurut laporan tahunan yang diajukan ke bursa saham Singapura.

Ayah Vivien Chen, Chen Din-hwa, mendirikan Nan Fung Textiles pada 1954, lima tahun setelah dia berimigrasi ke Hong Kong dari Shanghai saat Partai Komunis menguasai China. Pembuat benang katun tersebut berdiri pada 1950an, saat Hong Kong menjadi pusat manufaktur di Asia, membuatnya mendapatkan gelar The King of Cotton Yarn.

Nan Fung memasuki pasar properti Hong Kong pada 1960-an, bersamaan dengan milyarder Hong Kong lainnya seperti Li Ka-shing, Lee Shau-kee dan Cheng Yu-Tung. Proyek pertamanya, Nan Fung Sun Chuen, dibangun di Quarry Bay yang dibeli dari perusahaan Inggris John Swire and Sons. Perusahaan tersebut kemudian menjadi pengembang kunci di Hong Kong.

Vivien, yang nama Kantonnya adalah Chen Wai Wai, bergabung dengan perusahaan tersebut pada 1981 setelah menghadiri sekolah desain di San Francisco. Sebagai satu dari dua anak, Vivien mengambil alih kendali Nan Fung setelah ayahnya didiagnosis menderita penyakit Alzheimer pada 2009.

Namun, pada Desember 2010, ibu Vivien, Yang Foo-oi, menggugatnya atas sebuah dana perwalian, menuduh anak perempuannya yang lebih muda telah menyesatkan Chen untuk mentransfer asetnya, menuruti Standar Hong Kong.

Ibu Vivien mengajukan tuntutan hukum dengan mengklaim bahwa dia telah salah menafsirkan pengaturan untuk distribusi aset Chen, menurut dokumen pengadilan Hong Kong.

Penilaian perusahaan Nan Fung didasarkan pada kelipatan harga rata-rata, dari empat perusahaan peer yang diperdagangkan Sun Hung Kai Properties, Sino Land, Henderson Land dan New World Development.

Pengadilan Tinggi pun membatalkan perjanjian distribusi aset senilai 9 miliar dolar HK tersebut, dan menyebabkan terjadinya pertarungan hukum antara putri raja tirani Chen Din-hwa dan mantan istrinya. Hakim Anthony Chan Kin-keung mengatakan Vivien Chen Wai-wai, gagal melepaskan tugas fidusia kepada ibunya Yang Foo-oi.

Di bawah pengaturan yang dia lakukan pada tahun 2004, Vivien dan saudara perempuannya Angela masing-masing akan menerima 4,5 miliar dolar HK setelah kematiannya ayahnya. Tapi masing-masing harus mentransfer 1,5 miliar kepada ibu mereka. Dengna demikian, ibunya akan mendapatkan 3 miliar dolar HK.

Awalnya, ibunya setuju untuk mengambil uang tunai tersebut dan bukan sepertiga hak. Namun, dia kemudian membatalkan kesepakatan tersebut dengan alasan bahwa Vivien telah salah menafsirkan pengaturan tersebut, memberikan pengaruh yang tidak semestinya dan melanggar tugas fidusia.

Di pengadilan, ibunya mengklaim bahwa pengaturan kekayaan tersebut membuat Vivien harus mentransfer sepertiga dari nilai pasar properti yang diterimanya, yang menurut pengadilan bernilai lebih dari 1,5 miliar dolar HK.

Sang ibu pun mengklaim bahwa putrinya telah mengambil keuntungan yang tidak adil dari dirinya. Hakim pun menyimpulkan bahwa Vivien Chen telah gagal dalam tugasnya untuk memberi tahu ibunya nilai sebenarnya dari haknya.

Selain membatalkan perjanjian yang disengketakan tersebut, hakim pun memerintahkan Vivien untuk membayar tagihan hukum ibunya. Selain itu, ibunya juga berhak mendapatkan kompensasi atau akun untuk mendapatkan keuntungan dari aset yang bersangkutan.

Pada 2016, pengadilan mengamanatkan bahwa aset tersebut harus dibagi antara ibunya dan dua anak perempuannya. Dengan demikian, Chen pun harus membayar sekira USD800 juta lagi kepada ibunya.

Sumber : okezone.com

About Wina Rahma Fitri

Wina Rahma Fitri "I'm a Programmer, and coding is my life"