Kisah Sukses Berbisnis Mie Jadoel

Kisah Sukses Berbisnis Mie Jadoel
Inspirasi Usaha Kisah Sukses

Bisnis Riau – Kisah Sukses Berbisnis Mie Jadoel – Kemitraan bisnis mi olahan tak pernah surut. Yang terbaru, tawaran datang dari Mie Jadoel di Bandung, Jawa Barat. Paket investasi Rp 150 juta, Rp 200 juta, dan Rp 250 juta. Mitra ditargetkan meraup omzet Rp 90 juta-Rp 180 juta per bulan dan balik modal kurang dari dua tahun.

Sebagai makanan alternatif pengganti nasi, kudapan mi semakin diminati masyarakat di tanah air. Maklum, tak hanya penyajiannya praktis, mi juga memiliki tekstur lembut dan rasa yang lezat.

Tak salah, jika belakangan ini bisnis olahan mi kian menjamur. Salah satunya Mie Jadoel di Bandung, Jawa Barat. Usaha ini didirikan Bhakti pada September 2009.

Melihat perkembangan bisnisnya, pada tahun 2014, Bhakti mulai menawarkan kemitraan Mi Jadoel. Hingga saat ini, Mi Jadoel telah memiliki empat mitra di Bandung, Lampung, Makassar, Lampung, dan Bali.

Bagi calon mitra yang berminat bergabung, Bhakti menawarkan tiga paket investasi Mie Jadoel, yakni Rp 150 juta, Rp 200 juta, dan Rp 250 juta. Dari ketiga investasi ini, mitra akan mendapatkan fasilitas lengkap berupa renovasi eksterior, dekorasi interior, perlengkapan restoran, kitchen set, bahan baku awal, rekrutmen karyawan, hingga laporan keuangan usaha.

❛❛ Baca juga :   Rahasia Kesuksesan Mark Zuckerberg Si Pendiri Facebook

Perbedaan pada ketiga paket hanya terletak pada fasilitas tempat duduk. Untuk paket senilai Rp 150 juta, mitra akan mendapatkan fasilitas kursi sebanyak 30 seat, Rp 200 juta ada 40 seat, dan Rp 250 juta sebanyak 60 seat.

Tiga paket investasi itu sudah termasuk franchise fee selama lima tahun. Jika ingin memperpanjang kerja sama, mitra cukup membayar 30% dari total investasi awal.
Biaya royalti 5%

Selain itu, mitra dikenakan royalty fee 5% dari omzet per bulan. Mitra juga wajib beli bahan baku dari pusat berupa mi kering, bakso frozen dalam tiga ukuran, dan bumbu tabur kuah.

Varian mi olahan yang disajikan Mie Jadoel adalah Mi Aceh, Mi Godog Jawa, Mi Belitung, Mi kocok Bandung, mi Gomak Medan, mi Titi Makassar, Soto Mi Bogor, Udon Ramen, Tom Yam Ramen, Kari Ramen, Mi Ayam Pangsit Kriuk, Mi Hijau Pangsit Kriuk, dan Mi Ayam Keju Pangsit Kriuk.

❛❛ Baca juga :   Meraup Keuntungan Dari Hasil Menyulap Limbah Ban Bekas

Selain makanan, Mie Jadoel menawarkan berbagai varian minuman, antara lain teh poci, kopi tubruk, teh tarik, es dawet hitam, es dawet, es pisang ijo dan es degan. Aneka makanan dan minuman ini dibanderol Rp 10.000-Rp 25.000 per porsi.

Bhakti mengklaim, keunggulan Mie Jadoel terletak pada varian rasa kuah khas nusantara dan ditambah konsep dekorasi interior restoran yang mengusung nuansa zaman baheula.

Bhakti menjelaskan, dari gerai Mie Jadoel yang sudah beroperasi, rata-rata omzet berkisar Rp 90 juta-Rp 180 juta per bulan dengan laba bersih sekitar 30%. Dengan omzet sebesar itu, mitra diperkirakan balik modal kurang dari dua tahun.

Lyra Puspa, Business & Wealth Coach berpendapat, calon mitra harus melihat rekam jejak pihak pusat untuk memastikan prospek kemitraan ini. Calon mitra juga harus meminta perkembangan bisnis semua cabang. “Pihak franchisor harus terbuka dan calon mitra jeli melihat pembukuan usaha. Sebab, yang perlu dilihat adalah apakah bisnisnya sudah profitable atau belum,” kata Lyra.

 

Sumber : kontan.co.id

Tentang Lora Febiola

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA