Peluang Usaha dari Bisnis Kedai Kopi Nusantara



Bisnis Riau – Nongkrong sambil menyeruput kopi rupanya sudah jadi kebiasaan anak muda. Kondisi itulah yang mendorong munculnya banyak tempat nongkrong seperti kedai kopi. Dua tahun terakhir, bisnis kedai kopi terus berkembang.

Utama Budi Santosa pun menjajal peluang ini dengan membuka kedaikopi pada 2016 lalu. Kini, gerainya sudah ada di dua lokasi. Dia pun mulai menawarkan waralabanya.

Ada dua paket kemitraan yang budi tawarkan. Yakni, paket senilai Rp 75 juta dan paket Rp 180 juta. Dengan modal tersebut mitra akan mendapatkan fasilitas peralatan usaha, desain dan renovasi interior, perlengkapan usaha, satu set mesin kopi, satu set coffee bar, satu set mesin kasir, pelatihan karyawan dan barista, seragam karyawan, media promosi dan bahan baku awal.

Budi menyerahkan nama kedai kopi pada mitra. Perbedaan kedua paket tersebut terletak pada luas kedai kopi dan jumlah bahan baku. Untuk paket Rp 75 juta, luas minimal yang dibutuhkan adalah 30 m2 dan bahan baku senilai Rp 5 juta. Sedangkan paket Rp 180 juta, luas lokasi usahanya 50 m2– 70 m2 . Bahan baku paket ini senilai Rp 10 juta. Pusat juga akan membantu mitra menentukan lokasi usaha sekaligus dalam proses rekrutmen karyawan.

Kedai kopi lokal menawarkan aneka olahan kopi mulai dari esspreso, cappucino, caffe latte, mocha latte dan sebagainya. Selain itu ada juga aneka makanan kekinian seperti nasi goreng, rice bowl, steak, Indomie kekinian, roti bakar, pancake, dessert bowl, chicken boom dan lainnya. Budi bilang jenis kopi nusantara yang disuguhkan yaitu kopi Gayo, Bali Kintamani, Toraja, Papua, Flores dan Mandailing.

Aneka minuman ini dibanderol antara Rp 8.000–Rp 25.000. Sedangkan, harga menu makanan mulai Rp 15.000–Rp 35.000 per porsi.

Perkiraan omzet tiap gerainya Rp 75 juta–Rp 110 juta per bulan. Omzet tersebut bergantung pada lokasi. Ia mengatakan, pusat tak menarik biaya royalti atau franchise fee. Mitra hanya perlu membeli bahan baku wajib berupa biji kopi dan bumbu makanan ke pusat.

Dengan perkiraan omzet tersebut, perkiraannya modal mitra bisa kembali dalam 10–18 bulan. Budi menargetkan membuka 10 kedai kopi mitra sepanjang tahun 2018 ini. Namun, ia masih fokus menggarap pasar Jawa Timur dulu. Selanjutnya mungkin bisa di luar kota. Tapi kalau tahun ini ada calon mitra luar Jatim ya boleh juga, saya tetap bantu dan layani,” pungkasnya.

Pengamat Waralaba dari Entreprenuer Collage, Khoerussalim Ikhasn berpendapat bisnis kedai kopi masih menjanjikan. Namun, kedai kopi harus punya menu dan ciri khas andalan, supaya bisa bersaing dengan pemain lama. Pemain baru sebaiknya menyediakan yang tak dimiliki kedai kopi lainnya.

Sumber : kontan.co.id



Tentang Muhammad Rifki Elzan

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA