Rabu, 5 April 2017 10:03:51
Dilihat sebanyak 3.964 kali

Peluang Ternak Ayam Organik di Pekanbaru Riau

Peluang Ternak Ayam Organik di Pekanbaru Riau – BISNIS AYAM ORGANIK – Bisnis ternak ayam kampung organik kini makin mendapat tempat di hati para peternak di berbagai wilayah tanah air. Salah satu daerah yang memiliki potensi pengembangan ayam organik adalah Pekanbaru Di kawasan tersebut, Bisnis ternak ayam kampung organik perlahan mulai mencoba menggeser peternakan ayam broiler atau ayam pedaging. Pasar dari ternak ayam organik sendiri mulai terbuka, yang kebanyakan dipilih untuk diambil dagingnya.

Beberapa peternak ayam kampung organik yang telah sukses menekuni usaha ini. Salah satu peternak ayam organik adalah Sardi, selama satu tahun terakhir ia sudah menekuni usaha ternak ayam organik. Ternak Ayam Organik ternyata membuka Peluang Usaha bagi lelaki ini.

Kesuksesan Sardi menarik hati Yusuf (45), sang tetangga untuk juga menekuni usaha ternak ayam organik. Bagi mereka usaha ternak ayam organik mudah dilakukan karena Ternak ayam organik tidak membutuhkan lahan yang luas.

Dalam waktu 5 bulan lamanya ia memanfaatkan lahan sepetak di samping rumahnya. “Harga ayam organik berkisar antara Rp 25.000 sampai Rp 28.000 per ekor dengan bobot antara 1kg sampai 1,5 kg” kata dia. Menurutnya, pakan ayam organik sedikit konsentrat dan memperbanyak campuran onggok dan sayuran, sehingga ayam tersebut kandungan lemaknya lebih rendah dibandingkan ayam boiler.

“Ayam organik baru bisa dipanen sekitar usia 3 sampai 4 bulan, berbeda dengan ayam boiler yang baru sebulan saja sudah bisa dipanen,” ujar Sardi. Ayam organik tersebut berwarna putih menyerupai ayam bolier, namun saat digoreng rasanya tidak kalah gurih dan padat isi seperti ayam kampung. Meskipun ternak ayam tersebut mulai dibidik konsumen karena rasanya yang lezat, namun Sardi mengaku sempat putus asa dalam mengembangkan bisnis yang baru ia geluti, mengingat keterbatasan modal yang ia miliki. “Saya tidak punya agunan untuk bisa melakukan pinjaman ke bank, bulan depan, kalau tidak ada bantuan modal pihak ke tiga, saya akan berhenti mengembangkan usaha ini” katanya.

Ia berharap, pemerintah beritikad baik melakukan pengembangan Bisnis Ayam Kampung organik tersebut dengan menjadikan Lampung sebagai sentra ternak ayam organik. Secara terpisah, Kabid Kesehatan Hewan dan Veteriner Dinas Peternakan Provinsi Lampung Arsyad menjelaskan, budidaya ternak ayam organik mulai berkembang sejak setahun lalu. Sentra pengembangan ayam tersebut ada di Kota Metro, Lampung. Perkembangan budidaya tersebut diharapkan mampu melesat menyaingi peternakan ayam boiler seiring berkembangnya kesadaran masyarakar akan hidup sehat.

“Kebutuhan ayam di Provinsi Riau kian hari kian meningkat. kami berharap kehadiran peternak ayam organik mampu memenuhi paling tidak 40 persen dari total kebutuhan konsumsi ayam di provinsi ini,” ujarnya. Potensi bisnis ternak ayam organik nampaknya mendapatkan angin segar seiring dengan peningkatan animo masyarakat. Bisnis ayam organik tidak hanya memiliki potensi cerah namun juga memerlukan biaya yang murah. Sumber : ragampeluangusaha dengan perubahan seperlunya.

About Reza UKM

Web Development at Riau Web Design | Administrator at UKMRIAU | Mimin at KosNgosan | Still Ngenes With Single Status