Ketrampilan Jurnalistik untuk “Content Marketing”

Ketrampilan Jurnalistik  untuk “Content Marketing”
Inspirasi Bisnis

Apa saja ketrampilan jurnalistik yang bermanfaat untuk Content Marketing?

1. 5W 1H untuk membuat konten
Ini adalah pendidikan paling dasar yang diperoleh setiap jurnalis. 5W 1H adalah formula sederhana yang digunakan wartawan untuk mengumpulkan informasi selama meneliti sebuah fakta. Suatu keharusan ketika mengumpulkan data atau mewawancarai seseorang.

Ketika kita menerapkan rumus 5W1H ini saat riset untuk menulis konten, kita akan memiliki semua bahan yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan dan memecahkan masalah – dua elemen utama untuk kampanye pemasaran konten. Agar konten online yang kita buat berhasil, setiap bagian – apakah itu blog, halaman layanan, infografis atau video – harus mencoba menjawab semua enam pertanyaan: siapa, apa, di mana, mengapa, kapan dan bagaimana.

2. Kredibilitas materi konten
Jurnalis mendapat respek dari pembaca dengan melaporkan konten/berita yang faktual. Hal ini mengarah pada kesadaran merek atau personal branding yang kuat (baca: kredibilitas) dan karier yang panjang. Para jurnalis terbaik selalu mengambil waktu ekstra untuk memeriksa fakta – terutama dari sumber online – dan mewawancarai atau mengutip hanya dari mereka yang paling mapan atau berkompeten dalam topik konten yang sedang dibuat.

Pemasaran konten yang didasarkan pada fakta yang longgar akan segera melemahkan otentitas tidak hanya konten itu sendiri, tetapi juga merek/produk yang menjadi tuan rumah konten tersebut. Karena itu, supaya pemasaran konten bisa mencapai kesuksesan, kredibilitas harus ditetapkan. Dan semua proses penulisan kontennya dimulai dengan materi yang benar secara faktual.

3. Kejelasan informasi yang disajikan
Seorang pencerita yang baik bisa mengambil topik yang membosankan dan membuatnya menarik untuk dibaca. Begitu pula dengan jurnalis. Poin ini banyak berhubungan dengan gaya penulisan atau pelaporan jurnalis tertentu.

Wartawan disiplin dalam hal kejelasan berita. Wartawan yang baik selalu menuliskan berita yang jelas informasinya. Tidak ada hal yang bisa membuat bingung pembaca yang ditargetnya. Mereka selalu ingin menyampaikan informasi yang mereka peroleh kepada orang-orang sebanyak mungkin.

Kejelasan berarti dengan jelas menjawab 5 W dan 1 H sambil menghindari jargon apa pun yang biasanya terkait dengan materi pelajaran. Kejelasan juga berarti menghindari pemakaian kata atau istilah yang rumit, yang disesuaikan dengan target pembacanya.

Misalnya, jika kita menulis konten untuk jurnal medis dan target audiens kita adalah dokter kulit, kita dapat menggunakan kata-kata seperti hidradermabrasi atau mikrodermabrasi. Tapi jika target audiens kita adalah masyarakat bisnis yang awam dengan istilah medis, mereka tentunya menginginkan informasi dalam bentuk paling sederhana.

4. Keseimbangan informasi dalam konten
Jurnalis yang baik selalu membuat berita secara cover both side, artinya ada keseimbangan. Informasi yang disampaikan tidak berat sebelah karena selalu ada banyak sisi dari setiap cerita. Untuk menyampaikan pesan yang kredibel, jurnalis selalu mengupayakan pesan dari semua pihak harus seimbang.

Hal yang sama juga berlaku untuk upaya pemasaran konten bisnis. Banyak situs web perusahaan yang hanya menyampaikan “kami, kami, kami”. Artinya konten yang mereka buat hanya mengekspose produk atau layanan mereka, tapi mengabaikan nilai manfaat yang semestinya bisa didapatkan pembaca. Keseimbangan antara informasi produk / layanan dan nilai bagi pembaca adalah suatu keharusan untuk kesuksesan pemasaran konten jangka panjang.

Semoga membantu ya…

Sumber : kompasiana.com

About Yusdi UKM

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA