Selasa, 11 Juli 2017 09:16:11
Dilihat sebanyak 1.089 kali

Inspirasi Bisnis Pembuatan Tas Lokal Kualitas Internasional Pekanbaru Riau

Inspirasi Bisnis Pembuatan Tas Lokal Kualitas Internasional Pekanbaru Riau
Inspirasi Bisnis

Inspirasi Bisnis Pembuatan Tas Lokal Kualitas Internasional Pekanbaru Riau – Kunci dalam mendirikan sebuah usaha adalah tekad dan kemauan yang kuat. Prinsip inilah yang menjadi dasar kehidupan Paryono. Warga asli desa Mojo Kecamatan Andong Boyolali ini berprofesi sebagai penjahit tas sekolah. Paryono dan istrinya Mukinem, setiap hari menjahit puluhan tas sekolah untuk mencukupi kehidupan keluarganya.
Jokowi Bagikan Kartu Indonesia Pintar di SMKN 1 Mojosongo Boyolali
Di dalam rumahnya yang berdinding kayu, Paryono dan Mukinem menjalankan usahanya. Di samping ruang tamu terdapat ratusan tas warna warni ditumpuk rapi. Di sisi yang lain terdapat dua mesin jahit yang digunakannya untuk menyambung bahan-bahan tas sekolah. Terdapat berbagai macam model tas yang dibuat. Paryono menjahit tas sekolah untuk TK hingga SMA
Paryono memulai usaha menjahit tas sejak tahun 1996 silam. Awalnya, Paryono hanya ikut pamannya menjahit tas yang saat itu sedang kekurangan tenaga kerja. Paman Paryono kemudian memberikan modal berupa bahan tas. Tas yang selesai dijahit dikirim kembali ke tempat pamannya untuk dipasarkan. Pada masa tersebut, Paryono hanya menjahit tas. Pembelian bahan dan pemasaran sudah dilaksanakan diperusahaan pamannya.
Paryono belum berminat untuk memasaran produknya sendiri. Sejak tahun 2005, Paryono mulai menjalin kerja sama dengan beberapa pihak. “Kalau kerja sama kemitraan sudah ada divisi pemasarannya, jadi tidak perlu repot memasarkan sendiri,” ungkap Paryono. Pria usia 36 tahun ini sudah memiliki enam mitra yang menjadi pelanggannya. Ia juga mengatakan bahwa keenam mitra kerjanya tersebut sudah membuatnya kewalahan.
Paryono juga bekerja sama dengan beberapa pedagang di pasar Sebelum bekerja sama dengan mitra. Penjualan di pasar ditinggalkannya karena kekurangan tenaga kerja. Paryono mengaku sangat sulit mendapatkan tenaga kerja terampil dan mau dilatih menjahit tas. Paryono sebelumnya memiliki karyawan yang telah dilatih menjahit tas, sayangnya karyawan tersebut keluar dan memilih bekerja di pabrik.
Ongkos jahit tas sekolah Paryono perbiji dipatok Rp6.000,- hingga Rp8.000,-. Besar kecilnya ongkos ditentukan oleh kerumitan desain yang akan diproduksi. Semua bahan yang akan dikerjakan sudah dipotong di tempat paman Paryono, sehingga yang dilakukan Paryono hanya menjahit dan menggabungkan potongan-potongan bahan yang telah disediakan. Paryono mengatakan tidak menutup kemungkinan untuk melayani pemotongan bahan di tempat produksinya. “Misal disuruh motong sendiri ya saya motong sendiri.” Ungkap Paryono.
Model tas yang dibuat Paryono bervariasi, tergantung dari pesanan yang ada. Pemesan tas produksi Paryono selalu memberikan contoh model tas yang akan diproduksi. Dalam satu hari, Paryono mampu memproduksi tas antara 30 hingga 40 biji. Paryono menargetkan mampu menyelesaikan seratus tas dengan total omzet hingga dua juta rupiah. Jika model tas yang diproduksi lebih rumit, waktu yang ditargetkan pun akan lebih lama. Sumber : jitunews.com

About Reza UKM

Web Development at Riau Web Design | Administrator at UKMRIAU | Mimin at KosNgosan | Still Ngenes With Single Status