Donat Mie Indomie Menjadi Makanan Viral Di Masyarakat

Donat Mie Indomie Menjadi Makanan Viral Di Masyarakat
Inspirasi Bisnis Inspirasi Usaha

BisnisRiau Donat yang terbuat dari mi instan ini menjadi viral di Indonesia setelah menu tersebut muncul di salah satu kafe di Australia. Ternyata, tak hanya kafe di negeri kanguru tersebut yang menyediakan menu donat Indomie, kini, donat serupa juga bisa dijumpai di sejumlah kafe di Indonesia.

Salah satu kafe yang menjual menu donat Indomie adalah Xcoffee di kawasan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan. Carina Lukita, pemilik Xcoffee mengatakan, kafenya mulai menawarkan donat Indomie sejak 23 Mei 2018 lalu. Dan begitu meluncurkan menu baru tersebut, donat Indomie langsung ramai diserbu oleh para konsumen.

“Awal buka kemarin itu langsung banyak yang antri, terutama pesanan take away via ojek online. Antriannya cukup panjang dan sampai kami batasi. Kira-kira setengah jam kami buka kafe, langsung ada 100 donat indomie yang terjual,” katanya.

Carina mengungkapkan jika sampai saat ini konsumen terus berdatangan untuk memesan donat Indomie. Bahkan satu konsumen bisa memesan 10 – 15 buah donat Indomie via ojek online. Bahkan, lantaran peminat yang membludak, tak jarang, Xcoffee membatasi jumlah pembelian setiap konsumen jika persediaan terbatas.

“Sekarang stok donat Indomie sudah lumayan. Kalau dulu awal-awal sempat dibatasi karena alatnya terbatas. Kalau sekarang, rata-rata satu hari bisa terjual sekitar 400-an donat Indomie,” tuturnya.

Tentu saja, donat Indomie tampil dengan kreasi para pemasaknya. Xcoffee sendiri menyediakan donat Indomie dengan berbagai varian rasa seperti rasa original, donat mie cheddar, donat mie bolognese dan donat mie cheddar peperoni. Harga yang dibanderol untuk donat mie original Rp 16.000 per buah, sedangkan untuk varian lain harganya Rp 18.000 – Rp 20.000 per buah.

Monica, salah satu pengunjung Xcoffee mengatakan jika dirinya menyambangi kafe tersebut karena penasaran dengan rasa donat Indomie. Ia bersama dua temannya langsung menyerbut tiga varian rasa donat Indomie yang disediakan di Xcoffee.

“Ke sini karena penasaran sama donat Indomie, katanya enak. Jadi berhubung kita penasaran sama rasanya, pesan aja tiga varian langsung. Ini kami pesan enam doant, buah, jadi satu orang dapat dua donat Indomie,” ujarnya.

Setelah Monica merasakan donat Indomie, ia mengatakan jika ternyata rasa bumbunya tidak sekuat Indomie. Bumbu donat indomie lebih ringan jika dibanding mie instant yang diolah biasa. Ia pun mengatakan jika donat Indomie bisa jadi pilihan camilan baru untuk anak muda.

“Rasanya sih kayak Indomie, tapi ngga terlalu Indomie banget, lebih soft bumbunya. Terus luarnya itu garing renyah, dalamnya lembut. Kalau buat camilan sih cocok, enak, tapi harganya lumayan mahal ya,” katanya sambil tertawa.

Banyak kreasi bisnis yang dibuat dengan bahan dasar mi instan. Mulai dari mi instan yang dibentuk menyerupai tumpeng atau roti tart bertumpuk untuk perayaan ulang tahun, hingga ada kedai khusus yang menunya mengandalkan sajian mi instan dengan berbagai variasinya. Bahkan, kedai jenis ini menjamur keberadaannya.

Nah, kini, ada lagi kreasi mi instan yang sedang ngetop. Yakni, donat mi. Tentu saja, tren ini mengundang pelaku usaha ikut mencicip renyahnya cuan donat mie instan. Seperti yang dirasakan oleh kedai kuliner TOT Aw. Kedai yang berlokasi di Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini menerima pesanan lewat aplikasi Whatssapp dan Line. Menu donat mi di kedai ini berjuluk TOT Bol.

Salah satu pemilik TOT Aw, Edi Hartanto mengklaim, sebenarnya donat mi instan muncul lebih dulu di Jakarta, bukan di Australia. “Menu yang ada di kedai kami semuanya berbau mie instan. Sebelum ada TOT Bol, kami punya menu cake ulangtahun tapi dari mie instant. Lalu TOT Bol muncul sudah sejak Februari tahun ini,” tuturnya.

Edi menjelaskan jika ada enam varian rasa donat mie instant yang ditawarkan oleh kedai TOT Aw, yaitu donat mi original, donat mi telur, donat mi ayam suwir, donat mi kornet keju, donat mi ikan tongkol dan donat mi keju. Satu box TOT Bol berisi enam donat mi instan berbagai varian rasa dibanderol Rp 100.000.

“Kami memang jualnya per box, jadi konsumen bebas memilih varian rasanya. Tapi biasanya kalau baru pertama beli, banyak pilih mix rasa. Baru kalau order kedua, mereka pilih rasa sendiri,” kata Edi.

Ia mengaku, dalam sehari TOT Aw bisa menjual sampai 50 – 100 box TOT Bol. Edi juga mengatakan jika pembuatan TOT Bol berdasarkan pesanan. Kedai TOT Aw tidak menggunakan sistem ready stock, jadi ia bisa memastikan TOT Bol yang diterima konsumen dalam kondisi fresh, bukan produk lama yang digoreng kembali.

“Produk kami dijamin fresh, jadi kalau ada pesanan, baru kami buat, bukan disimpan di frezeer atau sudah digoreng setengah matang lebih dulu. Dan kemungkinan kami bakal menambah varian rasa,” tutur Edi.

Penambahan varian rasa donat mi instan juga direncanakan oleh Carina Lukita, pemilik Xcoffee. Ia mengatakan dalam waktu dekat bakal menambah lagi dua sampai tiga varian rasa baru donat mie instant di kafenya. Sampai saat ini, Xcoffee baru memiliki empat varian rasa donat mi instan. “Kemungkinan besar sih bakal nambah varian rasa, saya coba inovasi terus agar pengunjung kafe punya banyak pilihan,” ujar Carina.

Ia pun mengatakan jika donat mie instan di kafenya juga dibuat secara mendadak. Maksudnya, jika ada pesanan, barulah adonan donat mi instan dibuat. Alasannya, agar produk yang sampai ke pembeli adalah produk fresh.

Sumber: Kontan.co.id

About Isti RWD

Isti RWD Admin UKMRIAU