Senin, 13 Mei 2019 16:57:22
Dilihat sebanyak 410 kali

Kiat dalam Sistem Konsinyasi Bagi Produk UMKM

Kiat dalam Sistem Konsinyasi Bagi Produk UMKM
Advertising Berita UKM Nasional Dunia UKM

Kiat dalam Sistem Konsinyasi Bagi Produk UMKM – Sistem Konsinyasi (titip juàl) merupakan sistem dimana produsen menitipkan produknya pada sejumlah toko penjualan dengan sistem bagi hasil. Sistem ini telah dikenal luas oleh masyarakat bisnis. Dikutif Wartakaltim.co dari Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis – UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) pada, Kamis (5/19/2017). Kelebihan dari pemakaian sistem ini untuk memudahkan pemasaran dan promosi produk. Terutama bagi UMKM yang masih kesulitan dalam memasarkan produk. Seperti yang dilakukan oleh usaha Dendeng Saiyo Family Saiyo milik Syafri Yudi.

“Kita masih pakai sistem kerjasama secara konsinyasi dengan beberapa toko oleh-oleh lokal yg berada di kota Padang dan Bukittinggi,” ujar Yudi. kepada kinciakincia.com.

Agar sukses dalam menjalankan bisnis dengan Sistem Konsinyasi, ada beberapa kiat yang bisa dilakukan antara lain:

Menerapkan Mekanisme Tambahan Diskon atas Penjualan. Dalam hal ini, tentu skema tawaran tersebut adalah insentif penjualan di luar dari skema bagi hasil awal. Perlu dihitung nilai signifikan tambahan diskon atas kuantitas minimum penjualan. Prinsipnya, low margin high volume sehingga diharapkan tingkat penjualan akan meningkat.

Memastikan Skema Konsinyasi Dilakukan dengan Outlet yang Kredibel. Cara ini agar keberadaan produk berfungsi melengkapi bukan sebagai pengganti.

Melakukan Pertambahan Jumlah Saluran outlet. Hal ini ditujukan agar potensi penjualan dapat berjalan selaras dengan kapasitas jumlah distribusi di toko yang diajak bekerjasama. Tentu, perlu kalkulasi cermat atas jumlah stok produk yang harus dikonsinyasikan, agar tidak menjadi beban produksi.

Memastikan Kekuatan Produk Menjadi Spesifik. Hal ini agar kekuatan produk menjadi spesifik atau tidak bentrok dengan produk lainnya yang berjenis sama. Masih memungkinkan jika batasan produk masih berkategori sama misalnya termasuk ke dalam kuliner oleh-oleh. Oleh karena itu, skema Konsinyasi tidak bisa hanya satu arah. Namun, perlu komunikasi secara interaktif dengan pihak pengelola outlet, untuk mendapatkan feedback dari calon pelanggan. Hal itu nantinya bisa berupa informasi dan masukan terkait soal harga, bentuk kemasan, penempatan (display produk), dll.

Memanfaatkan Momentum yang Berkenaan dengan Produk. Momentum seperti Hari Raya merupakan promosi yang menarik bagi rekan partner outlet konsinyasi Anda. Diskon besar yang atraktif dapat dijadikan sarana dalam melepaskan stok produk yang sebelumnya sulit untuk dirilis.

Memastikan Produk Dapat Memenuhi Selera Pasar. Apapun sistem yang digunakan, selera pasar penting dalam menentukan kemauan dan harapan pasar terhadap suatu produk. Apalagi jika bisnis tersebut merupakan bisnis kuliner yang mempunyai pasar yang dinamis. Sehingga, Anda perlu memastikan produk yang uptodate dan populer. Oleh karena itu, komunikasi intensif dengan partner outlet konsinyasi menjadi penting, untuk menjadi saran evaluasi atas produk berdasarkan tanggapan konsumen.

Memperbanyak Skema Saluran Distribusi. Logikanya, jika skema saluran penjualan diperbanyak, maka potensi pembelian akan semakin besar. Terutama, bila aksesibilitas konsumen terhadap produk semakin beragam. Selama ini yang dilakukan hanya konsinyasi, maka harus dipikirkan untuk melebarkan sayap dengan perluasan penjualan online (low cost), mekanisme reseller distribusi (individual network), bahkan sampai pengelolaan internal.

sumber:www.wartakaltim.co

About Sasi RWD

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA