Jumat, 20 Juli 2018 15:17:08
Dilihat sebanyak 1.237 kali

Kerajinan limbah kayu diminati hingga luar Pulau Jawa

Kerajinan limbah kayu diminati hingga luar Pulau Jawa
Berita UKM Nasional Dunia UKM Peluang Bisnis Peluang Usaha

BisnisRiau, JakartaBerbekal limbah kayu, seorang pria di Kota Kediri mampu menghasilkan aneka kerajinan bernuasa klasik yang memiliki ekonomi tinggi. Usaha yang digeluti selama satu tahun terakhir ini banyak diminati konsumen dari luar daerah, utamanya Pulau Bali. Uniknya dalam pengerjaannya, pengrajin masih memakai peralatan tradisional berupa pisau dapur.

Pengusaha yang tidak mau mengekor dan lebih memanfaatkan idenya ini adalah Agung Irianto, warga Perumahan Villa Bukit Mentari, Kelurahan Pojok, Kota Kediri. Ide usahanya dimulai ketika melihat banyaknya limbah kayu berserakan. Dia menemukan ide untuk mencoba membuat perkakas rumah tangga.

Sudah satu tahun lebih Agung Irianto menekuni usaha pembuatan kerajinan dari bahan limbah kayu. Dalam sehari dia mampu membuat satu hingga dua buah kerajinan.

Seiring berjalannya waktu, banyak kerabat dan tetangga yang tertarik untuk membeli dan memesan karyanya. Sejak saat itu beragam kerajinan dibuat, mulai dari meja dan kursi klasik hingga lampu lampion sketsa wajah manusia.

Proses pembuatan kerajinan klasik ini relatif mudah, tetapi membutuhkan ketekunan dan seni yang tinggi. Limbah kayu jati dipotong-potong menjadi bagian kecil. Setelah itu diiris tipis-tipis berbentuk persegi panjang dengan ukuran 2 kali 5 sentimeter menggunakan pisau dapur.

Setelah itu, satu per satu lembaran kayu tipis ditempelkan pada kerangka yang sudah dibuat dari bahan kertas mika menggunakan perekat lem. Setelah proses penempelan selesai, kemudian dihaluskan dan diberi pewarna dari jenis pernis dan pelitur.

“Untuk karya seni lampu lampion paling murah saya bandrol dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu. Sedangkan untuk satu set meja dan kursi klasik dijual dengan harga Rp 300 ribu hingga Rp 750 ribu,” kata Agung pada wartawan, Senin (16/7).

Dalam memulai sebuah usaha tidak hanya membutuhkan modal uang besar, tetapi juga butuh kreativitas dan kecerdasan. Bermodalkan kreativitas dan serta membaca peluang, Agung Irianto bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya. [cob]

Sumber : merdeka.com