Ekspansi Minamas Berlanjut, Sawit Tertekan

Ekspansi Minamas Berlanjut, Sawit Tertekan
Berita UKM Nasional Dunia UKM

Bisnis Riau, ACEH TIMUR – Minamas Plantation Group akan terus berekspansi bisnis di Indonesia karena nilai keekonomian sektor sawit masih menjanjikan.

Minamas Plantation Group (Minamas) tidak mengendorkan belanja modal pada tahun ini padahal harga minyak kelapa sawit yang merupakan turunan dari tandan buah segar (TBS) sawit cenderung menurun.

Menurut Malaysia Derivatives Exchange, harga minyak kelapa mencapai senilai US$629,15 per ton pada pekan lalu. Adapun yang tercatat oleh Bisnis, melalui anak perusahaan mereka, yaitu PT Padang Palma Permai (PPP), perusahaan ini membuka lahan kebun plasma sawit baru seluas 720 hektare di Desa Gampong Cek Mbon, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Presiden Direktur Minamas Haryanto Tedjawidjaja menjelaskan untuk kebun plasma ini dalam setahun akan mengeluarkan biaya sekitar senilai Rp60 juta — Rp70 juta per hektare. Pengeluaran tersebut akan terus berjalan hingga empat atau lima tahun mendatang sampai dengan pohon sawit ini bisa berbuah dan mendapatkan keuntungan.

“Setelah pohon matang, maka dalam setahun bisa menghasilkan TBS sekitar 22 — 26 ton per hektare,” kata Haryanto, Rabu (24/1/2018).

Adapun langkah tersebut dinilai berani mengingat pada tahun-tahun mendatang permintaan sawit ke kawasan Uni Eropa diprediksi akan menurun. Hal yang mempengaruhi penjualan ekspor dikarenakan Uni Eropa berencana menghapus penggunaan energi dari sumber terbarukan biodiesel yang berasal minyak kelapa sawit mentah. Padahal sebesar 46% dari total impor minyak kelapa sawit yang dilakukan oleh Uni Eropa digunakan untuk biodiesel.

Seperti diketahui, total ekspor Indonesia per tahun bisa mencapai sekitar US$150 miliar. Adapun kontribusi crude palm oil (CPO) dari jumlah nilai ekspor tersebut senilai US$23 miliar.

Kendati demikian, Minamas seperti tidak terlalu terpengaruh dengan isu tersebut dan akan melanjutkan ekspansi lahan untuk menciptakan kebun plasma yang baru. Minamas berencana akan meningkatkan lahan kebun plasma dari seluas 720 hektare menjadi 1.200 hektare. Seperti diketahui, saat ini Minamas telah memiliki lahan kebun plasma hingga sebanyak 50.000 hektare.

“Tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan kembali [kebun plasma], tetapi tergantung lahan,” ujarnya.

Dia menambahkan tujuan utama perusahaan bukan hanya mencari keuntungan pribadi, tetapi berkontribusi juga terhadap pendapatan warga dan petani sekitar serta pemerintah. Hal ini demi mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan (sustainable).

“Kami akan terus berupaya untuk memberikan nilai tambah,” ungkapnya.

Nilai tambah ini yang dipercaya oleh perusahaan yang bisa menyelamatkan bisnisnya. Adapun salah satu cara untuk bertahan di bisnis ini, yaitu membangun supply chain yang baik dari hulu-hilir.

Menurut catatan Bisnis, Minamas memiliki sebanyak 69 kebun dan ‎23 pabrik yang berada di berbagai daerah seperti Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Adapun luas lahan sawit yang dimiliki oleh Minamas di Tanah Air sekitar 201.882 hektare dan menyerap tenaga kerja sebanyak 29.000 orang.

Sumber : Bisnis.com

About Muhammad Rifki Elzan

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA