Dari Hobby Ke Money

Dari Hobby Ke Money
Dunia UKM Inspirasi Bisnis Inspirasi Usaha

Dari Hobi ke Bisnis Miliaran

Sederhana dan bersahabat. Mungkin dua kata itulah yang tepat untuk menggambarkan kunci sukses Kadir Yusuf Gunawan yang merintis usaha toko perlengkapan penangkapan ikan pada tahun 1986 di kota Makassar. Sejak awal, lokasi tempat usahanya tidak pindah, tetapi ragam dagangan dan omsetnya terus bertambah.

Cerita berawal setelah Kadir menikah pada tahun 1968. Ia merasakan, penghasilan dari membantu usaha keluarga sudah tidak mencukupi lagi untuk membiayai kebutuh an sehari-hari keluarga barunya. Kadir membutuhkan penghasilan yang lebih besar. Maka ia berinisiatif untuk membuka toko peralatan pancing. Mengapa toko peralatan pancing? Alasan yang dikemukakan Kadir sangat sederhana. Kakeknya telah terjun dalam bisnis ini. Selain itu, dia juga memiliki hobi memancing, sehingga memahami seluk beluk kebutuhan memancing.

Namun di balik kesederhanaan pemikiran tersebut, Kadir sebenarnya sangat jeli melihat peluang: besarnya potensi perikanan di Makassar. Operasi penangkapan ikan di sepanjang pantai Sulawesi Selatan, sangat ramai sejak dulu. Kalau Anda sempat menikmati perjalanan malam hari di sepanjang pantai akan terlihat lampu-lampu bagan (menangkap ikan di tengah laut) ikan dari kejauhan. Pada pagi harinya, ketika fajar menyingsing, di sepanjang Pantai Losari akan tampak deretan perahu nelayan yang pulang dari bagan menuju Pelelangan Ikan Makassar, tidak jauh dari situ.Namun di balik kesederhanaan pemikiran tersebut, Kadir sebenarnya sangat jeli melihat peluang: besarnya potensi perikanan di Makassar. Operasi penangkapan ikan di sepanjang pantai Sulawesi Selatan, sangat ramai sejak dulu. Kalau Anda sempat menikmati perjalanan malam hari di sepanjang pantai akan terlihat lampu-lampu bagan (menangkap ikan di tengah laut) ikan dari kejauhan. Pada pagi harinya, ketika fajar menyingsing, di sepanjang Pantai Losari akan tampak deretan perahu nelayan yang pulang dari bagan menuju Pelelangan Ikan Makassar, tidak jauh dari situ.

Hal serupa juga terjadi dengan perikanan darat. Tambak masyarakat terbentang di sepanjang Pantai Makassar memanjang ke utara sampai ke Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, dan Pinrang. Juga ke arah selatan, sampai ke Bulukumba, dan Bantaeng. Hasil perikanan darat dapat dinikmati di Makassar dalam bentuk Ikan Bakar Bandeng dan Sop Saudara. Keduanya sudah menjadi menu favorit di Makassar, bahkan sudah menjadi ikon makanan khas Makassar di tingkat nasional. Hal serupa juga terjadi dengan perikanan darat. Tambak masyarakat terbentang di sepanjang Pantai Makassar memanjang ke utara sampai ke Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, dan Pinrang. Juga ke arah selatan, sampai ke Bulukumba, dan Bantaeng. Hasil perikanan darat dapat dinikmati di Makassar dalam bentuk Ikan Bakar Bandeng dan Sop Saudara. Keduanya sudah menjadi menu favorit di Makassar, bahkan sudah menjadi ikon makanan khas Makassar di tingkat nasional.

Ketika hendak memulai usaha, Kadir muda sadar betul bahwa dia tidak berbakat menjadi pengusaha ikan. Tapi dia yakin bisa membantu pengusaha ikan untuk menjalankan operasi perusahaannya. Oleh karena itu, Kadir muda memulai usahanya dengan peralatan pancing sederhana, seperti mata pancing, tali pancing, dan peralatan tangkap ikan sederhana lainnya. Untuk memberi nama tokonya, saat itu Kadir juga tidak berpikir rumit. Toko Otere, demikian dia memberi nama usahanya, yang dalam

bahasa Makassar berarti toko tali. Memang, toko milik Kadir ini menjual berbagai ukuran tali. Namun pengertian tali di sini sesungguhnya mewakili peralatan perikanan. Pada kenyataannya memang, tali merupakan alat yang paling sering digunakan oleh nelayan maupun pekerja tambak. Dalam mengelola toko, Kadir dan istrinya menggunakan prinsip kesederhanaan. Di tokonya yang berukuran kira-kira 8×10 meter, hanya ada kipas angin kecil. Rasa panas langsung menerpa orangorang yang ada di dalamnya dan membuat mereka berkeringat. Lokasinya yang tidak jauh dari garis pantai dan Pelabuhan Makassar, menambah suhu panas dalam toko tersebut. Namun, suasana gerah tidak melemahkan semangat dan menghilangkan senyum Kadir dan isterinya dalam melayani pelanggan.

Awalnya Alergi Bank

Kadir mengalami kesulitan, terutama ketika harus dituangkan dalam bentuk tulisan. Namun, setelah menunjukkan kesungguhan tekad bisnisnya dan jaminan yang mencukupi, akhirnya usulan pinjaman Kadir sebesar Rp 2 juta disetujui juga. Tambahan modal Rp 2 juta adalah jumlah yang lumayan besar bagi usaha perdagangan Kadir saat itu. Ekspansinya bisa lebih cepat karena bisa menambah variasi dagangan dan jumlah persediaan. Pelanggannya pun secara berangsur semakin banyak. Apalagi Kadir cukup luwes dalam hal pembayaran. Beberapa pelanggan kepercayaannya, bisa juga menikmati fasilitas bayar dua bulan setelah barang diterima, tanpa tambahan biaya. Berdua dengan sang isteri, Kadir sangat disiplin dalam penggunaan uang. Uang pinjaman itu

Berdua dengan sang isteri, Kadir sangat disiplin dalam penggunaan uang. Uang pinjaman itu betul-betul dimanfaatkan hanya untuk memperkuat modal usaha. Tidak sesen pun digunakan untuk kepentingan konsumtif.

betul-betul dimanfaatkan hanya untuk memperkuat modal usaha. Tidak sesen pun digunakan untuk kepentingan konsumtif.

Kerja sama dengan pihak Bank Exim terus berjalan dengan baik, sehingga pagu kredit Kadir pun terus berkembang, seiiring dengan berkembangnya usahanya. Dari kredit Rp 2 juta pada 1972, te rus berkembang mencapai Rp 750 juta pada 2007. Kepercayaan yang diberikan oleh pihak perbankan, dimanfaatkan dengan baik oleh Kadir. Pada tahun 2007, Bank Mandiri, yang merupakan kelanjutan dari Bank Exim, memberikan tambahan limit kredit lebih dari dua kali lipat sampai Rp 2 miliar.

Keputusan Bank Mandiri memberikan dana sebesar itu tentunya bukan tanpa dasar. Bank Mandiri melihat, selain agunan dalam bentuk aset yang sangat mencukupi, prospek usaha Kadir memang sangat menjanjikan. Kenaikan penjualan berpengaruh positif dengan kenaikan rata-rata mutasi rekening per bulan. Sebagai misal, pada tahun 2001 saat penjualan mencapai Rp 21,07 miliar, rata-rata mutasi re keningnya hanya Rp 1,89 miliar per bulan. Selanjutnya, tahun 2002 saat penjualan mencapai Rp 23,7 miliar, mutasi rekening kreditnya mencapai Rp 2,1 miliar per bulan. Demikianlah peningkatan keduanya terus terjadi setiap tahun.

Falsafah Hidup

Selain prinsip sederhana, ada filosofi lain yang digunakan oleh Kadir dalam berbisnis, yaitu bersahabat. ”Dalam berbisnis, selalulah cari teman, hindari cari musuh,” ujar Kadir. ”Apabila kita mendapat pesanan besar yang tidak sanggup dipenuhi dari gudang sendiri, cara termurah adalah membeli pesaing. Demikian pula sebaliknya, kalau pesaing tidak mampu memenuhi pesanan, maka mereka pasti membutuhkan bantuan kita,” imbuhnya. Situasi ini, menciptakan kondisi saling membantu dan menguntungkan. Di satu sisi, pedagang tidak akan kehilangan pelanggan, di sisi lain bisa menghemat biaya penyim panan.

Demikianlah kisah perjalanan usaha Pak Kadir. Dari hobinya memancing dan kejeliannya melihat potensi perikanan di tanah kelahirannya, membuatnya bisnis ”toko talinya” berkembang dengan pesat. Di samping ”bakat bawaannya” itu, peran perbankan juga ikut menyumbang perkembangan usahanya. Dari yang semula alergi terhadap bank, namun begitu bersentuhan dengan kredit bank, Pak Kadir merasakan manfaatnya untuk menaikkan omset usahanya itu hingga miliaran. Kesederhanaan, ketekunan, dan keluwesannya dalam menjalin hubungan dengan pelanggan, mitra usaha, maupun pesaing membuahkan kisah sukses yang bisa menjadi pelajaran bagi semua orang.

Source : bi.go.id

About Isti RWD

Isti RWD Admin UKMRIAU