Rabu, 25 Juli 2018 10:09:25
Dilihat sebanyak 489 kali

BPOM Memberikan Izin Edar untuk 9 UMKM di Yogyakarta

BPOM Memberikan Izin Edar untuk 9 UMKM di Yogyakarta
Berita UKM Nasional Dunia UKM

BisnisRiau, Jakarta Tidak sedikit warga indonesia yang memiliki inovasi dan kreatifitas dalam mengolah suatu bahan tertentu hingga memiliki nilai jual dan patut untuk dipromosikan. Akan tetapi, usaha industri kecil terkadang tidak diperhatikan oleh pemerintah sehingga sulit untuk dikembangkan. Meskipun, usaha tersebut memiliki potensi besar untuk menciptakan peluang yang baik bagi perekonomian Indonesia.

Saat ini, usaha industri kecil atau biasa disebut Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sudah mendapat perhatian yang baik dari pemerintah. Bahkan, Badan Pengawas Obat dan Makananan (BPOM) turut mendukung daya saing UMKM terkhususnya di yogyakarta.

Sebelumnya, telah diluncurkan Program Terpadu Lintas Kementerian/Lembaga (K/L) Pengembangan UMKM bidang Obat Tradisional, Kosmetik dan Pangan pada tanggal 7 Mei 2018. Program tersebut dilatarbelakangi karena 80,40% Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) belum menerapkan cara produksi pangan olahan yang baik dan tepat.

Program yang dicanangkan tersebut meliputi pengingkatan manajemen, peningkatan kompetensi tenaga kerja, kapasitas produksi, keamanan dan kualitas produk termasuk keamanan dan desain kemasan, dan penetrasi pasar melalui branding atau promosi produk yang dilakukan baik secara langsung maupun melalui regulasi masing-masing K/L terkait.

Bukti Keberhasilan

080573800_1532063203-WhatsApp_Image_2018-07-19_at_13.42.44

Terdapat bukti keberhasilan atas pelaksanaan program yang telah dilaksanakan. Hal itu disamapikan oleh Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito yang mengatakan bahwa terdapat 9 UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil mendapatkan Nomor Izin Edar (NIE).

“Sembilan UMKM yang mendapatkan NIE hari ini sebelumnya telah mendapatkan fasilitas pengujian atau analisa produk pangan UMKM sebagai pemenuhan persyaratan pendaftaran pangan olahan”, Kata Penny K. Lukito saat dikonfirmasi, Kamis (19/7/2018).

Dukungan lainnya yang diperjuangkan oleh BPOM pada UMKM adalah dengan diluncurkannya peraturan tentang pemotongan biaya regsitrasi sebesar 50 persen untuk UMKM dari tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNJB).

“Kami yakin masih banyak UMKM lain yang mampu menyusul keberhasilan sembilan UMKM yang hari ini mendapatkan NIE. Untuk itu, kami mengharapkan dukungan dan peran aktif dari Pemerintah Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogjakarta untuk bersinergi melakukan pembinaan dan pendampingan UMKM khususnya UMKM Pangan, melalui strategi dan rencana aksi yang akan dilakukan”, Ucap Kepala BPOM RI.

Sumber : Liputan6.com