Bisnis Sound System Pekanbaru Riau

Bisnis Sound System Pekanbaru Riau
Bisnis Pekanbaru Dunia UKM Inspirasi Bisnis

Bisnis Sound System Pekanbaru Riau – Berbekal hobi dan keterampilannya di bidang elektronik, membawa lulusan teknik elektro Universitas Indonesia ini patut berbesar hati. Pasalnya, selain cita-citanya sebagai insinyur teknik elektro terwujud, pemilik nama lengkap Harry Aprianto Kissowo tersebut juga bisa memetik manisnya usaha, yang telah digelutinya sejak tahun 2006 silam.

Awalnya, pria yang akrab disapa Harry Kiss ini memulai usahanya dengan mendirikan Harry Kiss Production, sebuah perusahaan penyewaan perangkat pengeras suara atau sound system yang dimulai tahun 1996. Sepuluh tahun berselang, tahun 2006, Harry Kiss kemudian menyeriusi usaha teresebut dan memutuskan untuk tidak lagi hanya menyewakan sound system saja, tetapi juga memproduksi perangkat pengeras suaranya.

“Awalnya, orang-orang nggak percaya Indonesia bisa membuat speaker (pengeras suara),” ujar Harry Kiss memulai kisahnya saat ditemui Sindonews, akhir pekan ini.

Berbekal pengalamannya dibidang perangkat suara ditambah keterampilannya di bidang rekayasa elektronik, Harry Kiss mampu membuktikan kualitas karyanya di mata dunia bahwa Indonesia juga bisa memproduksi pengeras suara berkualitas.

Tidak tanggung-tanggung, lewat karyanya yang dipatenkan dengan merek dagang V8sound, Harry Kiss berhasil mengharumkan nama Indonesia dalam ajang Messe Frankfurt Prolight+Sound yang rutin diikuti setiap tahunnya sejak 2010 lalu. Nama V8Sound.com sendiri disematkan karena Harry Kiss menggemari muscle car produksi Amerika Serikat, yang mengusung mesin V8 kapasitas 5000 cc.

Harry bahkan sempat mendemonstrasikan produknya tersebut di Studio Santorini, miliknya yang terletak di jalan Bintaro Raya No 9 Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Saat disandingkan dengan speaker raksasa kelas dunia bermerek Meyer yang menjadi koleksinya, speaker produksi Harry Kiss yang hanya seukuran kardus mi instan ternyata mampu mengeluarkan suara yang tak kalah menggelegar.

Tak hanya menggelegar, kualitas suara yang dihasilkan pun sangat halus dan jernih. Dengan kualitas yang luar biasa tersebut, tak heran bila speaker hasil produksinya seringkali digunakan dalam sejumlah acara besar televisi, bahkan upacara-upacara kenegaraan.

“Pokoknya kalau kamu lihat ada speaker warna merah putih, itu pasti dari V8sound,” terangnya bangga.

Benar saja, pada acara pernikahan putra kedua pemimpin orang nomor wahid di negeri ini, Edi Baskoro atau yang lebih dikenal Ibas dan Aliya Rajasa, yang merupakan putri kedua Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa, yang digelar November tahun lalu, Harry Kiss bahkan dipercaya menyediakan perangkat pengeras suara selama rangkaian acara tersebut berlangsung.

Harry Kiss menyanggupi permintaan tersebut dengan menciptakan sepasang speaker-subwoofer yang diberi nama V8 Aliya dan iBass. “V8-Aliya dan iBass digunakan diseluruh acara akad nikah, mulai dari panggung utama, pelaminan, media centre, ruang akad nikah di pavilion Yudistira dan juga untuk seluruh kawasan Istana Cipanas. Selain itu, speaker ini juga digunakan di kediaman Cikeas dan kediaman Pak Hatta Rajasa di daerah Fatmawati. Pada acara resepsi di JCC Senayan Jakarta juga kita pasang,” ceritanya.

Lebih lanjut diakuinya, kesuksesan dirinya membawa V8sound ke pasar mancanegara bukan hanya ditopang dari penjualan saja, melainkan lebih dikontribusi dari penyewaan perangkat sound system itu sendiri.

“Kita itu salah satu penyewa sound system terbesar di Indonesia. Kita juga banyak belajar dari yang suka sewa sound system kita, jadi kita tahu kekurangannya apa dari produk yang sudah ada. Itu jadi kita juga bisa perbaiki kualitas dari situ,” tandasnya.

Kendati tergolong berhasil dalam bisnis yang digelutinya, ayah dari penyanyi solo populer di Tanah Air, Vidi Aldiano ini enggan membeberkan omset yang diraupnya dari hasil usahanya tersebut. “Banyaklah pokoknya,” Sumber : ekbis.sindonews.com

About Reza UKM

Web Development at Riau Web Design | Administrator at UKMRIAU | Mimin at KosNgosan | Still Ngenes With Single Status