Berawal Dari Hobi Mendekor Pesta Ulang Tahun Menjadi Peluang Usaha Besar

Berawal Dari Hobi Mendekor Pesta Ulang Tahun Menjadi Peluang Usaha Besar
Berita UKM Nasional Dunia UKM Peluang Usaha

BisnisRiau, Ketika seorang wanita memilih untuk menjalani usaha, biasanya berangkat dari sesuatu yang disukainya. Begitupun Hellen Anggrahini.

Ibu dua anak yang sudah beranjak remaja ini dulu gemar merancang sendiri pesta ulang tahun seru untuk buah hatinya, saat mereka masih kecil. Dalam ingatannya, pesta ulang tahun pertama yang dibuat untuk si sulung, Jonathan Oei, bertema (kereta) Thomas.

Hingga suatu ketika kreativitasnya mulai mendapatkan respons positif dari orang lain, terpikirlah ide menyeriusi usaha event organizer (EO) khusus ulang tahun anak-anak. “Saudara mulai minta dibuatkan untuk anaknya. Teman-teman juga. Pelan-pelan saya tekuni, hingga akhirnya jadilah Jingles Party,” buka Hellen.

 Hellen mengungkap, inti pekerjaan sebagai EO adalah memberikan pelayanan memuaskan kepada klien. Karena itu wanita berdarah Tionghoa ini sebisa mungkin tidak menolak setiap pekerjaan yang datang, sesulit apa pun tantangannya.

“Ada yang menghubungi enam bulan, satu bulan sebelumnya. Tapi, ada juga yang bahkan baru menghubungi satu minggu sebelum pesta, saya sanggupi. Paling kami akan lembur di bagian dekorasi,” ujar Hellen yang hanya akan menolak kalau klien menghubunginya kurang dari satu minggu. “Tiga atau empat hari (sebelum pesta), itu terlalu mendesak,” tegasnya.

❛❛ Baca juga :   Keren ! Jual Minuman Coklat, Wanita Ini Raih Omzer Besar

Agar pekerjaannya efektif, pada kali pertama klien menghubungi, Hellen langsung membicarakan konsep pesta ulang tahun yang diinginkan sedetail mungkin. Ini penting agar langkah berikutnya lebih mudah. Keinginan anak yang berulang tahun diutamakan. Kecuali usianya baru 1 tahun, maka keinginan ibu si anak yang didengar. “Tapi, kami sebagai EO tetap memberi masukan dan rekomendasi,” kata Hellen yang banyak menangani ulang tahun anak usia 1 tahun.

Wujud pelayanan memuaskan berikutnya adalah seoptimal mungkin memenuhi keinginan klien. Pernah satu kali ada yang ingin tambahan atraksi sulap di pesta ulang tahunnya. Namun, mereka tidak mau aksi sulap yang biasa-biasa saja. “Akhirnya kami datangkan pesulap dari Singapura,” Hellen bangga.

Selain itu, wanita yang memiliki beberapa bisnis usaha lain tidak ragu terjun langsung ke lapangan, melayani klien. Satu hal yang tetap dilakukannya hingga Jingles Party menginjak usia 6 tahun. “Turun tangan langsung, hadir di tempat pesta – kecuali jika saya benar-benar berhalangan, seperti sakit atau ada acara yang bentrok, saya pakai asisten. Karena ini, kan usaha jasa, orang percaya dengan saya,” bebernya.

❛❛ Baca juga :   Ingin Menambah Penghasilan Dengan Cepat? Simak Cara Berikut

Di tempat pesta, Hellen akan memastikan acara berlangsung sesuai rencana. Dia datang lebih awal untuk memeriksa apakah dekorasi dikerjakan dengan baik, apakah semua kru yang dipekerjakannya secara freelance hadir tepat waktu, hingga mengawasi jalannya acara. Tugas di hari H inilah yang lebih sering membuat Hellen berkeringat dingin, bahkan stres.

“Kadang ada saja kru yang dalam hal waktu suka meleset. Ada juga kendala yang paling menakutkan, misalnya terjadi kecelakaan, ditilang polisi, atau ban bocor. Otomatis kru terlambat datang ke pesta,” cerita Hellen.

Seiring pengalaman, Hellen sudah menemukan siasat mengatasinya. “Selalu menyediakan tenggat waktu lebih. Satu atau setengah jam sebelum acara dimulai, semua harus sudah di tempat. Jadi kalau misalnya ada yang belum datang, saya masih sempat menghubungi pengganti, ungkapnya.

Sumber: tabloidbintang.com

Tentang Isti RWD