Industri Sepatu Diprediksi Tumbuh 5 Persen

Industri Sepatu Diprediksi Tumbuh 5 Persen
Bisnis Pekanbaru

Firma menyatakan sebagian besar produsen sepatu kulit lokal masih bergantung kepada kulit jadi impor. Firman mengutarakan hal tersebut disebabkan oleh kualitas produk industri penyamakan kulit domestik yang tidak stabil dan kuantitasnya yang rendah.

“Pastinya juga harga. Dengan harga yang sama bisa dapat bahan baku [impor] yang lebih bagus,” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Muhdori menyampaikan volume produksi industri penyamakan kulit lokal masih belum dapat memenuhi konsumsi kulit jadi nasional. Namun demikian, lanjutnya, kualitas produksi kulit jadi di dalam negeri sudah berstandar internasional.

Muhdori memaparkan salah satu penyebab minimnya pasokan dalam negeri tersebut disebabkan oleh ketersediaan bahan baku yang menurun beberapa tahun terakhir. Muhdori memaparkan populasi sapi Jawa dan domba—yang menjadi bahan baku utama industri penyamakan kulit—mulai mengalami penurunan populasi.

Kemenperin mencatat produksi kulit nasional pada tahun lalu hanya mencapai 55 juta square feet (SQFT), sedangkan 5,9 juta SQFT dialokasikan untuk pasar global. Sementara itu, konsumsi kulit jadi nasional mencapai 115,84 juta SQFT. Dengan kata lain industri hilir mengimpor 66,74 juta SQFT kulit jadi pada tahun lalu.

Adapun, kapasitas produksi industri kulit jadi mencapai 140 juta SQFT pada tahun lalu. Namun, tingkat utilisasi industri penyamakan kulit hanya berada di level 25 persen atau memproduksi 35 juta SQFT kulit jadi. Meskipun demikian, Muhdori memproyeksi performa industri penyamakan kulit masih bagus pada tahun ini.

“Kalau dilihat dari skala makro bagus. Ulit dalam negeri yang kualitasnya bagus dipakai dalam rangka ekspor. [Sementara itu, produsen] yang tidak kebagian kulit dalam negeri yang bagus ya impor. YYang terpenting ada nilai tambah ketika jadi produk jadi,” tuturnya.

Muhdori mengatakan pihaknya menargetkan volume produksi industri penyamakan kulit hingga akhir tahun ini dapat tumbuh 3 persen—4 persen. Di sisi lain, sambungnya, volume produksi industri alas kaku dapat mencapai 5,6 persen pada akhir tahun ini.

Sumber : ekonomi.bisnis.com

About Yusdi UKM

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA