Rabu, 21 Juni 2017 07:25:25
Dilihat sebanyak 1.699 kali

Bisnis Kuliner Puyuh Pekanbaru Riau

Bisnis Kuliner Puyuh Pekanbaru Riau
Bisnis Lebaran

Bisnis Kuliner Puyuh Pekanbaru Riau – Usaha kuliner itu gampang-gampang susah, apalagi kalau modal cekak. Juga butuh waktu yang bisa jadi panjang agar dikenal. Kalau modal besar, lokasi bagus, harga oke, boleh jadi lebih gampang. Tapi, kalau modal pas-pasan lalu mempertaruhkan untuk buka restoran atau cafe, dengan resiko maju pesat atau gulung tikar, barangkali harus pikir-pikir berkali-kali sebelum terjun.

Mencoba usaha itu dengan modal terbatas dan apa adanya untuk resiko dapur tidak mudah. Yang sukses tentu sudah berjibun meraih pangsa kuliner, yang bertumbangan dan hidup bagai kerakap tumbuh di batu. Hidup segan mati tak mau juga tidak kalah menggunungnya. Jadi, seperti apa kuliner yang mudah dan cepat meraih untung?.

Sulit juga ya, tak mudah menjawabnya. Yang sukses sudah punya segudang pengalaman dari titik nol sampai maju usahanya. Mula-mula kecil saja lama-kelamaan membesar, begitu ceritanya, selalu. Menunya sederhana, tapi rasanya mantap. Makin lama konsumen makin menyukainya. Dan akhirnya muncullah nama-nama yang kemudian menjadi besar, misalnya restoran lele lela, ayam goreng suharti, kentucky fried chicken, kripik Ma Icih, dan segudang nama lainnya yang tak habis-habisnya.

Lalu, kalau saya mau usaha kuliner, usaha apa ya?. Ini yang terngiang di kepala?.

Saya hanya seorang peternak kecil burung puyuh dan menjual telur yang hasilnya cuma berbelas kilo saja seharinya. Mau menjual burung yang sudah tidak rajin bertelur juga ternyata tidak mudah. Harga pakan yang naik setelah kenaikan bbm agustus lalu, membuat usaha ternak saya kembang kempis…..

Akhirnya, berbekal keterampilan memasak saya mulai menjajakan dagangan daging puyuh. Ini saya lakukan pada pasar kaget minggu pagi atau hari hari lainnya yang ada pasar kagetannya.

Bermodal beberapa meja atau bahkan hanya meja saja dengan daging puyuh ungkep dan tempat pengepakan, kadang karena khawatir tidak terjual, saya minta teman yang punya pempek untuk dibawa dan dijual juga. Bahkan kerupuk jadul juga ikutan mejeng :

Sambutan pembeli susah diduga. Namun, alhamdulillah, nggak pernah kembali dengan hanya sekedar tepuk lalat. Di Gasibu Bandung, ini pertama kali berjualan daging puyuh ungkep dan sate telur puyuh, telur puyuh mentah, dari jam 6 pagi sampai jam 11 siang terbeli beberapa puluh potong dengan hasil bersih 680 ribu rupiah setelah dipotong untuk retribusi dan bayar preman jalanan 5 ribu perak. Kegiatan dilanjutkan dengan kedua, ketiga, ke empat, kelima. Dan hitung-hitung penjualan mencapai angka 2,3 juta lebih sedikit dalam seminggu. Dari pengalaman pendek ini, dapat diraih beberapa aspek yang bisa dinilai :

Untuk wilayah Bandung, masyarakat tidak begitu mengenal apa itu daging puyuh. Kalau telurnya (telur puyuh) relatif sudah dikenal baik.
Sejumlah konsumen sudah mengenal apa itu daging puyuh dan langsung ingin mencobanya. Untuk tipe konsumen ini, tidak diperlukan lagi test food (contoh sampel makanan), tapi langsung membeli.

Ada aspek spontanitas untuk merasakan daging puyuh sebagai kuliner jenis baru yang mendorong konsumen untuk mencoba test food yang diberikan. Dari pesan hanya satu ekor, kemudian bisa membeli sampai belasan ekor sekaligus. Katanya untuk oleh-oleh di rumah.
Yang membeli umumnya memberikan penilaian, rasanya enak dan gurih, teksturnya lembut, bahkan ada yang mengatakan, lebih gurih dari daging ayam kampung. Lemaknya juga sedikit, nyaris tidak ada.

Beberapa ibu-ibu ada yang enggan menyantapnya dengan alasan geli dan kecil jika dibanding ayam. Jadinya, ada kemudian membeli sate telur puyuh yang memang cita rasa dan nilai proteinnya sangat baik bagi ibu-ibu. Kolesterolnya juga relatif lebih rendah.
Komentar komentar ini mendorong saya lebih optimis, untuk lebih menguji pasar, akhirnya dibuka saja deh, jongko puyuh ::

Daging puyuh adalah alternatif kuliner yang memiliki daya pikat tertentu yang mendorong orang untuk mencobanya. Rasanya yang gurih dan harga yang relatif terjangkau memungkinkan konsumen cepat tertarik.

Jika Anda berminat menekuni kuliner, dan ingin mencoba daging puyuh sebagai alternatif atau menu tambahan maka segeralah untuk memulai peluang emas ini di Pekanbaru, Riau. Sumber : quailkefirfarm.wordpress.com

About Reza UKM

Web Development at Riau Web Design | Administrator at UKMRIAU | Mimin at KosNgosan | Still Ngenes With Single Status