Perusahaan Dengan Modal Intelektual

Perusahaan Dengan Modal Intelektual

Pergerakan dunia bisnis saat ini, cenderung mengarah kepada perkembangan era ekonomi baru yang menitik beratkan pengetahuan sebagai aktiva tidak berwujud (intangible assets). Aktiva tidak berwujud (intangible assets) adalah aset non-moneter yang dapat diidentifikasi tanpa wujud fisik.

Tujuan utama dalam ekonomi yang berbasis pengetahuan adalah untuk menciptakan value added. Sedangkan untuk dapat menciptakan value added dibutuhkan ukuran yang tepat tentang physical capital (yaitu dana-dana keuangan) dan intellectual potential (direpresentasikan oleh karyawan dengan segala potensi dan kemampuan yang melekat pada mereka).

Selama lebih dari 10 tahun terakhir, terlihat jelas bagaimana pola pengukuran nilai bisnis telah beralih. Biasanya nilai suatu bisnis diukur berdasarkan aset yang berwujud atau tangible, yaitu bentuk fisik yang bisa disentuh dan dilihat, misalnya uang tunai, inventaris kantor, mesin, dan gedung. Tapi seiring perkembangan zaman, pola pengukuran seperti itu telah memudar, digantikan dengan pengukuran nilai bisnis berdasarkan aset yang tidak berwujud atau intangible, yang tidak berbentuk tapi sangat bernilai, misalnya properti intelektual perusahaan, merknya, atau sumber daya manusianya. Peralihan tersebut, juga berdampak pada prinsip dasar suatu bisnis, yakni Labor based business yang memegang prinsip padat karya, yang berarti semakin banyak pekerja yang dimiliki oleh perusahaan maka akan meningkatkan produktivitas perusahaan menjadi knowledge based business yang memegang prinsip bahwa dengan mengelola pengetahuan secara tepat dan baik maka perusahaan akan menemukan cara untuk memperoleh keuntungan maksimal.

Seiring dengan kemajuan IPTEK maka basis ini yang cukup banyak diterapkan untuk peningkatan efektifitas dan efisiensi perusahaan. Maka peralihan prinsip ini, yakni bisnis berbasis pengetahuan diistilahkan dengan modal intelektual. Kemampuan suatu perusahaan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu faktor daya saing yang sangat penting.

Sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan telah menciptakan nilai tambah dan keunggulan bersaing pada perusahaan. Ini menunjukan bahwa pengelolaan modal intelektual secara baik, akan mampu meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.  Dengan berbagai inovasi yang diciptakan oleh sumber daya manusianya, sebuah perusahaan akan mampu bertahan dalam persaingan bisnis hari ini. Karena tidak dapat di pungkiri bahwa inovasi yang turut banyak memberikan kontribusi dalam kelangsungan berjalannya perusahaan, dan inovasi tersebut berasal dari intelektualitas sumber daya manusia.

Hal ini senada dengan resource based theory yang menyebutkan bahwa perusahaan memiliki sumber daya yang dapat menjadikan perusahaan memiliki keunggulan bersaing dan mampu mengarahkan perusahaan untuk memiliki kinerja jangka panjang yang baik. Resources yang berharga dan langka dapat diarahkan untuk menciptakan keunggulan bersaing, sehingga resources yang dimiliki mampu bertahan lama dan tidak mudah ditiru, di transfer atau digantikan.

Sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan ini disebut modal intelektual. Modal intelektual merupakan akumulasi kinerja dari tiga elemen utama perusahaan human capital, structure capital, dan customer capital yang dapat memberikan nilai lebih bagi perusahaan di masa yang akan datang.

Modal intelektual terdiri dari modal manusia (human capital), modal organisasi (structure capital) dan modal pelanggan (customer capital). Ketiga modal tersebut menjadi inti dari perusahan untuk memberikan keuntungan di masa depan, dengan pengaturan, pemeliharaan dan pentransformasian secara baik. Modal manusia merupakan modal yang merujuk pada nilai pengetahuan karyawan dalam menciptakan kekayaan bagi perusahaan.

Modal manusia mencerminkan kemampuan kolektif perusahaan untuk menghasilkan solusi terbaik berdasarkan pengetahuan  dan inovasi yang dimiliki oleh sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan tersebut. Sehingga modal manusia akan meningkat jika perusahaan mampu menggunakan pengetahuan yang dimiliki oleh karyawannya.

Modal organisasi merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi proses rutinitas perusahaan dan strukturnya. Modal organisasi mampu mendukung usaha karyawan untuk meng­hasilkan kinerja intelektual yang optimal dan kinerja bisnis secara keseluruhan. Misalnya, sistem operasional perusahaan, budaya perusahaan, dan strategi bisnis perusahaan. Modal pelanggan merupakan suatu hubungan yang terorganisir antara orang-orang yang berbisnis dengan perusahaan tersebut.

Modal pelanggan merupakan hubungan yang harmonis atau association network yang dimiliki oleh perusahaan dengan para stakeholdernya, yakni pemasok, pelanggan, pemerintah dan masyarakat. Praktik akuntansi modern menekankan bahwa investasi perusahaan dalam intellectual capital yang disajikan dalam laporan keuangan dihasilkan dari peningkatan selisih antara nilai pasar dan nilai buku. Jadi, jika misalnya pasarnya efisien, maka investor akan memberikan nilai yang tinggi terhadap perusahaan yang memiliki modal intelektual lebih besar.

Peningkatan selisih antara nilai pasar dan nilai buku perusahaan yang dimaksud adalah peningkatan pada nilai perusahaan, karena nilai perusahaan diukur dengan selisih dari kedua nilai tersebut.

Tujuan jangka panjang perusahaan adalah mengoptimalkan nilai perusahaan, yang akan tercermin dari harga pasar sahamnya. Harga pasar saham dalam penelitian ini dapat dilihat dari nilai yang diberikan pasar pada perusahaan.

Secara definisi nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli apabila perusahaan itu di jual. Nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran kepada pemegang saham apabila harga saham meningkat . Jika nilai perusahaan tinggi itu menunjukan bahwa perusahaan mampu menggambarkan harga saham yang tinggi dan mampu menggambarkan seberapa baik atau buruk kinerja keuangannya.

Kinerja keuangan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga mampu memberikan informasi mengenai baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan. Kinerja keuangan yang tinggi menunjukan prospek perusahaan yang semakin baik, yang berarti adanya potensi peningkatan keuntungan yang diperoleh perusahaan.

Pengetahuan (knowledge) hari ini semakin bergerak dinamis dari masa ke masa, dan semakin menunjukan bahwa pengetahuan memegang peran penting dalam setiap keputusan yang di ambil oleh manusia. Senada pula jika dikaitkan dengan kepentingan perusahaan dalam usaha mendapatkan keuntungan secara maksimal.

Pengetahuan juga memegang peran penting dalam setiap keputusan yang harus diambil oleh perusahaan dalam menentukan kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Pengetahuan sudah tentu akan memberikan kontribusi secara sangat baik bagi perusaahaan. Hal ini, ditunjukan dari ide dan inovasi yang dimiliki ataupun di disain oleh sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan tersebut sehingga perusahaan mampu bersaing secara kompetitif dengan perusahaan lainnya.

Ide dan inovasi merupakan suatu aset yang tak berwujud, yang sulit untuk di tiru dan di gandakan, sehingga kedua hal itu akan memberikan nilai lebih untuk perusahaan, jika perusahaan mampu mengelolanya secara baik. Pengungkapan modal intelektual perlu untuk dilakukan oleh suatu perusahaan juga dikarenakan adanya permintaan transparansi yang meningkat di pasar modal, sehingga informasi modal intelektual membantu investor menilai kemampuan perusahaan dengan lebih baik (Sudibya dan Restuti, 2014,h. 15).

Modal intelektual mampu memberikan informasi kepada investor dalam pemilihannya berinvestasi, sehingga investor mampu memberikan penghargaan lebih kepada perusahaan yang mampu mengolah modal intelektualnya secara optimal dengan memberikan nilai yang lebih tinggi pada perusahaan tersebut.

Modal intelektual merupakan konsep yang baik apabila diterapkan oleh perusahan, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan tersebut dan akan berimbas pada investasi yang meningkat bagi perusahaan sehingga mampu memberikan keuntungan bagi perusahaan tersebut dengan peningkatan pada nilai perusahaannya. Hal ini juga akan membawa pada peningkatan kinerja keuangan perusahaan, yang merupakan salah satu faktor yang menunjukkan efektifitas dan efisiensi suatu organisasi dalam rangka mencapai tujuannya.

Tujuan dalam hal ini merupakan tujuan dari perusahaan, yakni meningkatkan nilai perushaan. Nilai perusahaan tercermin dari harga saham perusaahan. Jadi, perusahaan yang memiliki nilai perusahaan yang tinggi dapat diperoleh dengan pengoptimalan modal modal intelektual pada setiap perusahan dan akan mampu meningkatkan kinerja peursahaan.

Referensi kompasiana.com

About Yusdi UKM

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA