Peluang Usaha Dalam Kemitraan Kedai Kuliner Italia


BisnisRiau – Setelah piza, masih ada satu lagi makanan khas Italia yang punya penggemar di masyarakat lokal, yakni spageti. Tak heran bila banyak pebisnis yang ingin mencicipi legitnya bisnis spageti.

Salah satunya adalah Ekarina Meilinda Silviani lewat Raja Spaghetti. Ia baru membuka usaha tersebut Juni 2017 di Bekasi Utara. Belum genap setahun,  dia sudah mempunyai dua gerai cabang pribadi di sekitar Bekasi.

Untuk mempercepat ekspansi, ibu dua orang anak ini membuka kerjasama kemitraan sejak dua bulan lalu. Meski belum ada mitra yang bergabung dia mengaku, sudah ada beberapa calon mitra yang menghubunginya.

Sambil membuka pintu bagi mitra kerja, ia sendiri bakal membuka sebanyak 10 gerai lagi sepanjang tahun ini. “Kalau gerai makin banyak orang akan semakin mengenal dan tertarik dengan sendirinya,” katanya pada KONTAN, Rabu (21/3).

Ia optimitis gerai spageti ini bakal dilirik pasar. Dengan menyasar segmen menengah, ia membanderol harga menu antara Rp 15.000 sampai Rp 28.000 per porsi. Ada tiga menu yang ditawarkan, selain spageti ada burger dan kentang goreng.

❛❛ Baca juga :   Tokopedia : Indentik Dengan Bunga Dan Coklat, Valentine Menjadi Peluang Bisnis

Perempuan berusia 31 tahun ini mengklaim kelebihan dari  produknya ada pada bumbu yang dibuat dari resep pribadi tanpa menggunakan campuran bumbu instan.

Tertarik? Raja Spaghetti menawarkan kemitraan dengan investasi Rp 17 juta. Fasilitas yang didapatkan mitra adalah satu unit gerobak, bahan baku awal sebanyak 60 porsi, pelatihan, branding, perlengkapan masak lengkap, dan tambahan lainnya.

Untuk menjaga kualitas produk dan rasa tetap sama serta sesuai dengan standar, mitra wajib mengambil pasta dan saus dari pusat.

❛❛ Baca juga :   Potensi Besar Bisnis Properti Perumahan di Riau Pekanbaru dan Sekitar

Berdasarkan perhitungan Eka, waktu balik modal yang dibutuhkan mitra sekitar enam sampai tujuh bulan. Dengan catatan, dalam sehari dapat menjual 50 porsi.

Bila dikalkulasi, total pendapatan per bulan mencapai Rp 30 juta. Setelah dikurangi biaya produksi dan operasional, porsi keuntungan bersih yang bisa dikantongi mitra sekitar 25%-30% dari omzet saban bulannya.

Sekedar info, Eka mendapatkan ketrampilan memasak dari pengalamannya bekerja di sebuah restoran cepat saji saat masih mahasiswa. Hobi modifikasi resep pun berbuah manis menghasilkan usaha Raja Spaghetti.

Sumber: Kontan.co.id

Tentang Isti RWD